Menjemput Kerja dari Layar Digital
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cimahi - Angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Cimahi. Pada 2024, tingkat pengangguran terbuka di kota yang dikenal sebagai Kota Tentara itu mencapai 8,97 persen. Angka tersebut bahkan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
Di tengah sulitnya mencari pekerjaan formal, layar komputer dan keterampilan digital membuka jalan lain. Dari sana, peluang kerja tak lagi selalu menunggu di balik pintu kantor atau deretan lowongan perusahaan.
Peluang itulah yang coba dibuka Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama BPJS Ketenagakerjaan. Keduanya meluncurkan pelatihan keterampilan berbasis teknologi digital dengan sasaran generasi muda yang memiliki minat di industri kreatif.
Pelatihan itu diarahkan untuk melahirkan konten kreator dan editor video profesional. Keahlian yang kini semakin dibutuhkan seiring tumbuhnya industri digital dan kebutuhan produksi konten di berbagai bidang.
Antusiasme anak muda Cimahi terlihat sejak tahap awal. Sekitar 100 putra-putri asli Cimahi mendaftarkan diri. Namun, hanya 30 peserta yang akhirnya terpilih setelah melewati proses seleksi.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, seleksi dilakukan secara ketat bukan sekadar untuk membatasi jumlah peserta. Pemerintah ingin memastikan mereka yang masuk benar-benar memiliki minat, bakat, sekaligus komitmen untuk menekuni bidang tersebut.
“Proses seleksi pelatihan video editing ini berlangsung sangat ketat dan kompetitif,” kata Ngatiyana, Rabu (16/9).
Mereka yang terpilih kemudian akan menjalani pendidikan intensif selama 10 hari. Pembelajaran berlangsung di bawah bimbingan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) terakreditasi di Kota Cimahi.
Materinya disusun bertahap dan lebih banyak bersentuhan dengan kebutuhan praktik. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada dasar-dasar pembuatan konten, tetapi juga teknik penyuntingan video hingga penguasaan teknologi digital yang dibutuhkan industri.
“Materi yang disajikan sangat praktis dan berjenjang, mulai dari dasar pembuatan konten, teknik penyuntingan video, hingga penguasaan teknologi digital terkini yang paling dibutuhkan industri,” ujarnya.
Namun, pelatihan 10 hari itu bukan garis akhir. Pemkot Cimahi menyiapkan jalur lanjutan bagi peserta yang menunjukkan kemampuan dan minat lebih besar.
(agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran

