Menolak Panik
PELATIH Persib Bandung Igor Tolic mengakui timnya kehilangan beberapa poin di awal musim Super League 2026/2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Tercatat, Persib Bandung mengalami dua kekalahan dari enam laga yang dilakoni di kompetisi kasta tertinggi tanah air tersebut.
Kekalahan pertama dialami saat bertandang ke markas Persija Jakarta dengan skor 1-2 dan kekalahan kedua terjadi saat melawat ke kandang Madura United 0-1.
Hasil ini membuat Maung Bandung yang merupakan juara bertahan, harus merosot ke posisi delapan klasemen sementara dengan perolehan 10 poin.
Meski demikian, Igor membandingkan perolehan Persib di AFC Champions League (ACL) Two. Tim berjulukan Maung Bandung ini mampu mengalahkan FC Seoul 1-0 dan The Cong-Viettel FC 1-0.
“Ya, kami mendapatkan poin di Liga Champions (ACL),” ujar Igor, Minggu (25/10).
Pelatih asal Kroasia ini menilai perjalanan timnya musim ini tidak bisa dilepaskan dari pengalaman baru yang harus mereka hadapi. Sebab selain Super League dan ACL Two, Persib juga terlibat di ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup.
Tidak hanya itu, Persib juga harus bermain di League Cup yang sebelumnya bernama Piala Indonesia. Namun di kompetisi ini, Maung Bandung mendapatkan hak istimewa dengan langsung bermain di babak perempat final.
“Tidak ada yang sesuai dengan harapan serta tidak ada yang sesuai dengan rencana karena memang belum pernah ada yang melakukannya sebelumnya. Jadi kami hanya menjalani pertandingan demi pertandingan ke dalam sesuatu yang baru,” katanya.
Baginya, ini seperti sebuah petualangan untuk Persib di musim 2026/2027 untuk tampil baik, terutama dalam menghadapi setiap pertandingannya.
“Kami merencanakan, kami melakukan juga hal-hal yang baik, terkadang membuat kesalahan, kadang juga melakukan peningkatan, namun ini adalah pengalaman yang baik bagi kami dan berharap kami bisa bermain seperti ini setiap tahunnya,” tuturnya.
Igor memastikan seluruh kompetisi yang dijalani Persib sangat penting. Menurutnya, tidak ada kompetisi yang diutamakan atau menjadi target utama.
“Saya pikir semua kompetisi itu penting, semua kompetisi sejauh ini bagi kami dapat kami pilih nilainya dan terkadang kami akan kehilangan poin, tetapi liga ini panjang dan kami masih memiliki banyak pertandingan untuk dimainkan di liga,” tegasnya.
Sementara itu gelandang Dedi Kusnandar tak menampik jadwal padat menghampiri timnya di musim 2026/2027 ini.
Apalagi jadwal tersebut membuat Persib Bandung harus melakoni pertandingan ke pertandingan lainnya dengan jeda yang sangat singkat.
“Ya, kita sudah tahu jadwal kita bermain hampir tiga hari sekali,” ujar Dedi, Minggu (25/10).
Meski demikian, pemain yang akrab disapa Dado ini tidak menjadikan hal itu sebagai beban. Sebaliknya, ia anggap sebagai risiko yang harus dijalani.
Terlebih, lanjutnya, Persib di musim 2025/2027 ini tak hanya bermain di Super League dan AFC Champions League (ACL) Two saja, melainkan turut serta di ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup dan League Cup “Kita sudah tahu lah risiko bakal seperti itu,” katanya.
Pemain kelahiran Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini yakin timnya mampu melaluinya dengan baik meski saat ini Persib Bandung hanya memiliki materi 27 pemain.
“Kita mempunyai pemain yang 27 pemain siap main, siapa pun yang disiapkan, itu harus siap,” tegasnya.
Dado pun membuktikan Persib selalu berusaha tampil baik meski di setiap pertandingan selalu mengalami perubahan pemain.
“Meskipun setiap pertandingan kita tahu berubah-ubah formasinya, tapi ya itu kita sebagai pemain harus siap menanggapi jadwal yang padat ini,” tuturnya.
Karena itu, Dado dengan tegas menyatakan Persib akan selalu berusaha bermain maksimal di setiap pertandingannya sekalipun dalam kondisi kelelahan.
“Setiap lawan Persib, lawan pun bermain fight seperti berperang dan kita harus siap lawan siapapun ini,” pungkasnya.
(bsf )
Editor : Inilahkoran
