Sejuta Harapan dari Paket Telur dan Ikan

Sejuta Harapan dari Paket Telur dan Ikan
BANTUAN: Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyerahkan bantuan pangan kepada keluarga rawan stunting dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kecamatan Kejaksan.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

INILAH, Cirebon- Suasana di Kantor Kecamatan Kejaksan pada Minggu (25/10) pagi WIB, terasa lebih hangat dari biasanya.

Di tengah riuh rendah warga yang mengantre beras dan minyak murah, ada sekelumit kisah kepedulian yang sedang dibagikan kepada sekitar 30 keluarga yang tengah berjuang melawan risiko stunting demi masa depan anak-anak mereka.

Hari itu, wajah-wajah lesu seketika berubah menjadi senyuman. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon hadir tidak hanya membawa bahan pangan, tetapi juga secercah harapan berupa paket bantuan telur dan ikan segar.

Bagi keluarga rawan stunting, paket ini bukan sekadar bahan makanan biasa.

Di dalam butiran telur dan kesegaran ikan tersebut, ada masa depan pertumbuhan anak-anak mereka yang sedang dipertaruhkan.

Gerakan mulia ini lahir dari kepedulian bersama.

Melalui program bertajuk “Pojok Stunting” (Posting) yang disisipkan di sela-sela Gerakan Pangan Murah (GPM), DKP3 menggandeng tangan para pelaku usaha yang peduli.

Telur-telur kaya protein disokong oleh CSR Java Comfeed, sementara ikanikan segar hasil tangkapan laut bersumber dari kemurahan hati para pengusaha kapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan.

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menuturkan bahwa pasar murah ini sengaja dirancang agar manfaatnya menyentuh langsung aspek paling humanis di masyarakat, yaitu kesehatan anak.

“GPM kali ini ada ‘Posting’ atau Pojok Stunting.

Kami ingin memastikan keluarga rawan stunting yang berada di sekitar lokasi kegiatan juga ikut tersenyum dan terpenuhi gizinya,” ujar Elmi dengan nada optimis.

Rasa syukur terpancar dari wajahnya karena kolaborasi indah ini bisa konsisten berjalan setiap bulan.

Langkah kecil yang konsisten ini bertepatan pula dengan momentum Hari Pangan Sedunia. Di tengah kepungan harga kebutuhan pokok yang kerap mencekik dompet warga pinggiran, kehadiran daging ayam seharga Rp30 ribu per kilogram hingga sayur-mayur murah di GPM menjadi penyelamat dapur mereka.

Elmi menambahkan, melalui kegiatan tersebut, DKP3 berupaya menjaga akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau sekaligus memperluas dukungan pemenuhan gizi bagi keluarga rawan stunting.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus membantu pemenuhan gizi bagi keluarga yang rawan stunting,” pungkasnya.

(maman suharman)


Editor : Inilahkoran