Menteri PMK dan BNPB Kunjungi Lokasi Bencana di Sukajaya
Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah pusat melalui BNPB akan menaruh helikopternya di Kecamatan Sukajaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sukajaya - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menaruh helikopternya di Kecamatan Sukajaya.
Hal ini karena kerusakan jalan maupun jembatan di lokasi terdampak bencana banjir bandang dan longsor ini dinilai sangat parah.
"Pemerintah pusat melalui BNPB akan menaruh helikopternya di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor untuk mengantarkan atau mendistribusikan bantuan logistik, obat-obatan atau layanan medis," kata Muhadjir kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020).
Mengenai banyaknya gedung sekolah yang rusak, Menteri PMK menuturkan, bangunan sekolah yang rusak harus segera diperbaiki atau kita akan buat sekolah darurat.
"Saya minta ke Bupati Bogor Ade Yasin agar kegiatan belajar mengajar siswa di Kecamatan Sukajaya tidak boleh terhenti apapun kondisinya karena belajar adalah layanan dasar yang harus dilakukan. Kalau bangunan sekolahnya rusak, akan kita bangun sekolah darurat. Mengenai warga yang masih mengungsi di gedung sekolah, saya minta pemerintah daerah bisa merelokasi tempat penampungan pengungsi ke lokasi lainnya yang sama-sama aman," tuturnya.
Muhadjir menjelaskan, ke depan harus ada langkah reboisasi dengan cara menanam pohon kayu ataupun yang punya akar kuat hingga bisa menyimpan air.
"Mudah-mudahan kerusakan lingkungan ini bisa segera diatasi agar bencana alam serupa tidak terjadi lagi. Karena itu, saya minta Pemkab Bogor mereboisasi hutan atau lahan serta merelokasi penduduk dari area yang rawan bencana alam," jelasnya.
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mendukung langkah agar semua warga yang area tempat tinggalnya rawan bencana untuk direlokasi.
"Semua rumah warga yang ada di lereng dengan kemiringan lebih dari 30 persen itu rawan bencana longsor. Agar tidak menjadi korban bencana, maka warga tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman," ucap Doni.
Dia juga meminta warga untuk tidak menanam pohon atau tanaman semusim atau holtikultura di lereng-lereng. "Lereng tersebut harus ditanami tanaman yang ekonomis tapi punya fungsi ekologis, seperti pohon buah, pohon kayu, atau lainnya. Selain itu, kami juga menghimbau agar masyarakat memperhatikan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai bahan mitigasi dalam upaya mencegah bencana alam," pungkasnya. (reza zurifwan)
Editor : suroprapanca


