Menunggu Pintu Kerja di Tengah Gelombang Harapan
PELATIHAN keterampilan terus dilakukan untuk menekan pengangguran. Namun, jumlah lapangan kerja masih belum sebanding dengan pertumbuhan pencari kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Setiap tahun, ribuan anak muda memasuki dunia kerja dengan membawa harapan baru. Namun, langkah mereka kerap terhenti ketika peluang pekerjaan yang tersedia belum mampu menampung jumlah pencari kerja yang terus bertambah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Bogor. Meski berbagai program pelatihan keterampilan terus digulirkan, upaya menekan angka pengangguran tidak bisa dilakukan hanya melalui peningkatan kemampuan tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Nana Mulyana mengatakan, persoalan utama terletak pada ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Angka pengangguran di Bumi Tegar Beriman ada di 218 ribu jiwa, namun karena jumlah angkatan lebih banyak dibanding jumlah lapangan kerja, maka kita hanya sedikit saja dalam mengurangi angka pengangguran,” ujar Nana, Kamis (16/7).
Menurutnya, angka pengangguran masih didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), kemudian disusul lulusan SMA, sederajat, hingga perguruan tinggi.
Setiap tahun, kata Nana, terdapat sekitar 1.000 orang yang masuk kelompok angkatan kerja baru. Namun pertumbuhan lapangan pekerjaan belum sepenuhnya mampu mengikuti laju pertambahan pencari kerja.
“Setiap tahun, lulusan angkatan kerja ada 1.000 jiwa per tahun, sementara jumlah lapangan kerja belum sebanding atau seimbang,” katanya.
Karena itu, pengentasan pengangguran membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
Disnaker tidak dapat berjalan sendiri karena persoalan ketenagakerjaan berkaitan erat dengan investasi, kemudahan usaha, hingga daya beli masyarakat.
Nana menilai, iklim investasi yang sehat menjadi salah satu kunci membuka lebih banyak peluang kerja.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan proses perizinan usaha berjalan lebih mudah agar investor dan pelaku usaha dapat berkembang.
Selain itu, peningkatan kuota pelatihan keterampilan tetap menjadi bagian penting agar pencari kerja memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
(reza zurifwan/gin)
Editor : Inilahkoran

