Menyambut Siksaan dengan Senyuman

BAGI sebagian besar pesepak bola, menghadapi tujuh pertandingan dalam satu bulan mungkin terdengar seperti mimpi buruk yang melelahkan. Namun tidak bagi Eliano

Menyambut Siksaan dengan Senyuman
INILAH/ADAM HUSEIN

Bek sayap Persib Bandung itu menilai jadwal super padat sepanjang Oktober 2026 justru menjadi panggung yang dinanti-nanti.

Alih-alih mengeluh tentang risiko cedera atau fisik yang terkuras, Eliano justru menyambut badai jadwal ini dengan senyuman.

Bayangkan saja beratnya perjalanan yang harus ditempuh Maung Bandung.

Mereka harus terbang ke Thailand untuk menantang Port FC di ajang Shopee Cup pada 8 Oktober, lalu langsung pulang untuk menjamu Dewa United tiga hari berselang.

Napas belum kembali normal, mereka sudah harus bentrok dengan The Cong-Viettel di kompetisi Asia (ACL Two) pada 14 Oktober, disusul laga kontra Persik Kediri pada tanggal 18. Siksaan fisik tidak berhenti di situ.

Persib harus mengemas koper lagi untuk dua laga tandang beruntun melawan Madura United (22 Oktober) dan Garudayaksa FC (26 Oktober), sebelum akhirnya menutup bulan dengan menjamu raksasa Australia, Melbourne Victory FC, pada 28 Oktober.

Melihat kalender yang nyaris tanpa jeda itu, Eliano justru melihatnya sebagai berkah, bukan beban.

Baginya, setiap laga adalah kesempatan bagi Persib untuk terbang lebih tinggi.

“Saya pikir bagus dengan banyak pertandingan. Saya harap tetap bisa bermain baik,” ujar Eliano dengan nada optimistis, Selasa (22/9).

Sikap tak gentar ini bukan tanpa alasan. Mental bertarung Pangeran Biru sedang membumbung tinggi setelah berhasil mencuri kemenangan bersejarah 1-0 atas FC Seoul di Korea Selatan, serta membungkam Persijap 2-1 di Jepara.

Luka kekalahan dari rival abadi di Jakarta pun kini telah sembuh total.“Saya rasa ini kemenangan yang bagus. Setelah kalah di Jakarta, saya pikir kita memperlihatkan bahwa kita sudah kembali ke jalur yang benar,” pungkasnya.

(muhammad ginanjar)


Editor : Inilahkoran