Meski Dimulai Februari, Bey Machmudin Pastikan Kelahiran Januari Bisa Ikut PKG

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan, masyarakat kelahiran Januari tetap bisa mengikuti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan dimulai Februari mendatang.

Meski Dimulai Februari, Bey Machmudin Pastikan Kelahiran Januari Bisa Ikut PKG
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin


INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan, masyarakat kelahiran januari tetap bisa mengikuti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan dimulai Februari mendatang.

Sehingga seluruh masyarakat Jawa Barat lanjut Bey Machmudin, tidak akan kehilangan haknya untuk memeriksakan kesehayan dalam program yang digagas pemerintah pusat tersebut.

"Yang ulangtahun Januari bisa ikut. Jadi tidak kehilangan haknya yang Januari. Mekanismenya, masyarakat ke Puskesmas terdekat," kata Bey Machmudin baru-baru ini.

Dia melanjutkan, dirinya sudah meminta kepada Kepala Dinas Provinsi Jabar Vini Adiani Dewi untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di kota/kabupaten, agar mengingatkan masyarakat dan hadir melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Karena kan ini penting untuk kesehatan masyarakat, yang akhirnya meningkatkan produktivitas," ucapnya.

Bey pun memastikan, bahwa program Presiden Prabowo Subianto ini gratis, semua biayanya ditanggung pemerintah.

"Kita ingatkan tidak ada biaya sama sekali. Ini gratis dari pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Jabar, dr Rochady Hendra Setia Wibawa mengatakan, program yang digagas Pemerintah Pusat itu rencananya akan dimulai pada 3 Februari 2025. 

Nantinya, setiap warga yang berulang tahun dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis di Puskesmas masing-masing dan akan menyasar semua kalangan dengan beragam jenis pemeriksaan.

Kelompok pertama, kata dia, diberikan kepada bayi, balita dan anak usia pra sekolah. Kelompok kedua, terdiri dari anak sekolah dan remaja, serta kelompok tiga terdiri dari dewasa dan lansia.

"Tiap-tiap usia berbeda pemeriksaannya dan sifatnya deteksi masing-masing penyakit secara menyeluruh dalam satu waktu pemeriksaan, yang disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan kesehatan dan usia pasien," ujar Rochady.

Menurutnya, untuk memenuhi itu semua setiap Puskesmas yang ditunjuk sebagai pelaksana program harus memiliki alat penunjang.

"Kalau periksa gula darah, stik gula darahnya belum dikirim dari Kemenkes, kan Puskesmas enggak bisa periksa. Kalau untuk periksa kanker leher rahim, kit HPV DNA yang belum dikirim, ya pasien juga enggak bisa diperiksa," ucapnya.

"Nanti harus dibaca juga kit HPV DNA-nya pakai mesin PCR yang ada di RS atau Labkesda. Untuk periksa kanker payudara, harus ada USG payudara dan dokter yang sudah dilatih di Puskesmas. Itu baru contoh BMHP dan alat yang harus ada sesuai penyakitnya," tambahnya.

Diharapkan, dalam waktu dekat Kementerian Kesehatan dapat segera mendistribusikan semua kebutuhan untuk mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis ini. 

Sementara untuk tempat pelayanan, dapat dilaksanakan di seluruh Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS.

"Jika di Jabar terdapat 1.100 Puskesmas, maka satu Puskesmas dapat melayani 120-180 pasien yang berulang tahun dalam satu hari, jika semuanya memanfaatkan program tersebut. Satu pasien dilayani 1-2 jam. Kami saat ini tengah menunggu petunjuk teknisnya untuk membuat alur pemeriksaan agar waktunya efektif dan efisien," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti