Tinjau Implementasi PKG, Bey Machmudin Harap Masyarakat Maksimalkan Program Tersebut
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau implementasi pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), di Puskesmas Puter, Kota Bandung, Jumat 14 Februari 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau implementasi pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), di Puskesmas Puter, Kota Bandung, Jumat 14 Februari 2025.
Meski di Kota Bandung baru berjalan dua hari selama satu pekan, yakni tiap Selasa dan Jumat, setidaknya program PKG ini kat Bey sangat membantu masyarakat.
Bey berharap, masyarakat dapat memaksimalkan program tersebut untuk memantau kondisi kesehatan mereka setiap tahunnya.
"Kami Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatannya, karena dengan minimal satu tahun satu kali, harus memeriksa kesehatan yaitu di hari ulang tahun," ujar Bey.
PKG ini sendiri sambung dia, terdiri dari beberapa klasifikasi umur. Mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Selain itu, program ini juga tidak hanya bisa dimanfaatkan saat masyarakat berulang tahun, tetapi juga pada momen siswa sekolah.
"Tapi baru bulan Juni (PKG di sekolah)," ucapnya.
Soal sempat terjadi kendala dalam penginputan data di aplikasi SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan, Bey mengaku akan menindaklanjutinya.
"Nanti saya koordinasi dengan Kemenkes," kata dia.
Mengenai kendala lain, yakni masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler untuk mendaftar di aplikasi, dia menerangkan bahwa masyarakat tetap bisa melakukan pemeriksaan hanya dengan membawa kartu identitas (KTP) ke Puskesmas.
"Yang tadi sih keluhan Bapak-bapak itu katanya di lingkungan banyak yang tidak punya HP, tapi kata Bu dokter (Kepala Dinas Kesehatan Vini Adiani Dewi) bisa langsung ke sini. Sebetulnya bisa daftar ke pendaftaran langsung juga boleh," terangnya.
Sementara lanjut Bey, implementasi PKG di Kota Bandung akan dilaksanakan dua hari sepekan, menyesuaikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Harapannya ke depan, layanan ini dapat berjalan setiap hari.
"Di Kota Bandung sekarang masih dua hari, karena ada keterbatasan SDM. Nanti setelah ada solusinya mungkin akan tiap hari. Di kota Kabupaten lain sudah tiap hari. Bahkan nanti informasinya akan ada jemput bola. Jadi, mereka yang tidak memungkinkan ke sini, ke Puskesmas, ke fasilitas kesehatan pemeriksaannya datang ke rumah," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

