Mimpi Fabregas di Como Belum Tuntas
DI tengah rumor yang mengaitkannya dengan klub-klub raksasa Eropa, Cesc Fabregas justru menunjukkan bahwa hatinya masih tertambat di Como.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Bagi pelatih asal Spanyol itu, perjalanan bersama klub yang telah dibangunnya dari bawah belum mencapai garis akhir.
Nama Fabregas belakangan santer dikaitkan dengan Barcelona dan Manchester United. Kedua klub tersebut dikabarkan tertarik menjadikannya pelatih baru.
Namun, di tengah godaan untuk menangani tim dengan nama besar dan sejarah panjang, Fabregas menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat meninggalkan Como.
Dilansir dari Tribuna, Fabregas secara tegas membantah rumor kepergiannya. Ia mengaku tidak pernah sekalipun memikirkan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan klub Italia tersebut.
“Saya tidak pernah berpikir untuk pergi,” tegas Fabregas.
“Jika saya mulai memikirkannya, mungkin itu akan menjadi akhir bagi saya di sini, tetapi saya tidak pernah melakukannya,” tambahnya.
Pernyataan itu memperlihatkan betapa besar komitmen Fabregas terhadap Como. Ia bukan sekadar pelatih yang datang untuk membangun reputasi, melainkan sosok yang ingin melihat sejauh mana klub ini bisa berkembang di bawah arahannya.
Sejak dipercaya menangani Como pada musim panas 2024, Fabregas perlahan mengubah wajah klub tersebut. Ia membawa Como promosi ke Serie A dan membantu timnya bersaing di level yang lebih tinggi.
Kini, perjalanan itu semakin istimewa. Pada musim 2026/27, Como disebut berpeluang mencatat sejarah dengan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya.
Sebuah pencapaian yang terasa semakin berarti bagi klub yang tengah berusaha membangun identitas dan reputasinya di sepak bola Eropa.
Di balik perkembangan tersebut, Fabregas punya peran penting.
Pengalamannya sebagai mantan pemain top Eropa menjadi modal untuk membentuk tim yang kompetitif, sekaligus mengembangkan para pemain muda agar mampu mencapai level terbaik mereka.
Karena itu, rumor ketertarikan Barcelona maupun Manchester United belum cukup untuk membuatnya berpaling. Fabregas masih memiliki pekerjaan yang ingin dituntaskan bersama Como.
Komitmen Fabregas juga tercermin dari status kontraknya. Ia masih terikat dengan Como hingga musim panas 2028, dan sejauh ini tidak menunjukkan keinginan untuk mempercepat perpisahan.
Di bawah arahannya, Como terus menunjukkan perkembangan.
Mereka sementara menempati peringkat kelima klasemen Serie A dengan koleksi 14 poin dari tujuh pertandingan, terpaut lima poin dari Inter yang berada di puncak.
Sementara di Liga Champions, Como berada di posisi kesembilan dengan enam poin dari tiga pertandingan.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa klub ini mulai berani bersaing di panggung yang lebih besar.
Bagi Fabregas, pencapaian itu tampaknya belum cukup untuk membuatnya puas. Justru, perjalanan Como yang masih terbuka lebar menjadi alasan untuk bertahan.
Di saat klub-klub besar dikabarkan mengincarnya, Fabregas memilih tetap fokus pada proyek yang sedang dibangunnya. Ia menghormati kontraknya dan ingin membawa Como melangkah lebih jauh. (bsf )
Editor : Inilahkoran
