Minta Taufik Hidayat Dihukum Berat, Ayah Yuvita: Anak Kita Juga Seumur Hidup Cacat!
Ayah Yuvita meminta agar pelaku, Yaufik Hidayat dihukum seberat-beratnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID — Geram dan terpukul melihat masa depan putrinya yang hancur, Irin, ayah kandung Yuvita, akhirnya buka suara setelah pelarian Taufik Hidayat resmi berakhir di tangan Polda Jawa Barat.
Mewakili rasa sakit hati keluarga, Irin menuntut penegak hukum menjatuhkan sanksi paling ekstrem kepada pelaku penyekapan dan penganiayaan keji tersebut.
Pihak keluarga menegaskan bahwa hukuman penjara biasa tidak akan pernah sebanding dengan penderitaan fisik yang harus ditanggung oleh korban seumur hidupnya.
Tuntut Keadilan Negara Hukum: Desak Penjara Seumur Hidup
Sebagai seorang ayah yang menyaksikan langsung kondisi putrinya pasca-penyiksaan brutal, Irin meminta majelis hakim bertindak tegas dan tanpa kompromi saat mengadili Taufik Hidayat nanti.
Ia menilai, hukuman kurungan seumur hidup adalah keputusan yang paling adil bagi pelaku psikopat tersebut.
"Ya hukum seberat-beratnya karena kita negara hukum kan," ujar Irin dengan nada tegas.
"Kalau bisa seumur hidup aja, anak kita juga seumur hidup cacat," lanjutnya.
Sanksi seumur hidup dinilai setara karena korban pun harus hidup dalam kegelapan sepanjang sisa umurnya.
Tuntutan berat yang dilayangkan oleh Irin ini selaras dengan pernyataan emosional yang sempat diluapkan oleh Yuvita sesaat setelah mendengar kabar Taufik Hidayat berhasil diringkus polisi.
Melalui unggahan di media sosial, Yuvita secara terbuka menyampaikan rasa syukur sekaligus ketegasannya bahwa tidak ada celah damai bagi sang mantan kekasih.
Dalam pengakuan sebelumnya, Yuvita menyampaikan apresiasi besar kepada aparat kepolisian yang telah mengakhiri masa-masa ketakutannya.
"Alhamdulillah senang sekali, terima kasih Pak Kapolda udah membantu saya. Saya jadi tenang karena dia sudah tertangkap," ungkap Yuvita menyampaikan rasa leganya.
Meski kini merasa lebih aman, Yuvita tetap menuntut keadilan yang mutlak dan meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi pidana paling maksimal dalam berkas perkara.
"Saya pengennya dia dihukum seberat mungkin supaya dia mendapatkan hukuman seberat-beratnya," desak Yuvita penuh emosi.
Editor : Firda Rachmawati

