Tak Gunting Bibir Yuvita, Begini Pengakuan Taufik Hidayat saat Rekonstruksi

Isu Taufik Hidayat tega menggunting bibir Yuvita ternyata tidak terbukti. Polda Jabar ungkap penyebab asli kerusakan wajah korban.

Tak Gunting Bibir Yuvita, Begini Pengakuan Taufik Hidayat saat Rekonstruksi
Tak Gunting Bibir Yuvita Saat Rekonstruksi, Begini Pengakuan Taufik Hidayat

INILAHKORAN.ID - Misteri mengenai detail tindak kekerasan keji yang menimpa Yuvita akhirnya mulai benderang dalam proses rekonstruksi yang digelar oleh Polda Jawa Barat pada Kamis, 2 Juli 2026 kemarin. 

Salah satu poin krusial yang paling disorot publik dalam reka adegan tersebut adalah isu liar mengenai dugaan bagian bibir korban yang sempat digunting oleh tersangka, Taufik Hidayat.

​Terkait kabar burung yang sempat memicu kemarahan luas di jagat maya tersebut, pihak kepolisian kini memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan fakta hukum di lapangan.

​Isu Bibir Digunting Tidak Terbukti dalam Hasil Penyidikan

​Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Orang (PPO) Polda Jabar, Kombes Pol Rumi, memastikan bahwa narasi mengenai pemotongan atau pengguntingan bibir korban adalah tidak benar.

Hal tersebut didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemberkasan saksi, serta visualisasi reka adegan langsung bersama tersangka.

​Pihak penyidik menegaskan bahwa spekulasi ekstrem yang beredar di awal kasus ini tidak sinkron dengan temuan tim medis maupun hasil berita acara pemeriksaan (BAP).

​"Terkait informasi yang sempat beredar mengenai dugaan bibir korban digunting, kami memastikan hal tersebut tidak terbukti dalam penyidikan maupun rekonstruksi," ujar Kombes Pol Rumi saat memberikan keterangan kepada media pasca-rekonstruksi.

​Tersangka Mengelak, Polisi Sebut Kerusakan Wajah Akibat Pukulan Beruntun

​Lebih lanjut, Kombes Pol Rumi membeberkan bahwa selama jalannya rekonstruksi, Taufik Hidayat juga bersikeras tidak mengakui adanya tindakan menggunting organ wajah korban.

Keabsahan pengakuan pelaku ini diperkuat dengan fakta medis yang menunjukkan bahwa luka robek parah di area mulut korban murni disebabkan oleh hantaman fisik yang masif.

​Kondisi rahang yang patah, kerusakan struktur mulut, hingga rontoknya deretan gigi Yuvita merupakan dampak langsung dari akumulasi kekerasan tumpul yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pelaku selama masa penyekapan.

​“Pelaku juga tidak mengakui, dan dari fakta yang ada juga tidak ditemukan adanya tindakan menggunting bibir. Jadi kondisi bibir maupun gigi yang rontok itu akibat pukulan berkali-kali,” ucapnya.


Editor : Firda Rachmawati