Misi Tingkatkan Literasi, Big Bad Wolf Books Kembali Hadir di Kota Baru Parahyangan dengan 1 Juta Lebih Buku

Berbekal semangat 'Ubah Dunia Satu Buku Setiap Waktu', Big Bad Wolf Books kembali hadir di Parahyangan Convention Center Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan membawa misi meningkatkan literasi membaca buku masyarakat.

Misi Tingkatkan Literasi, Big Bad Wolf Books Kembali Hadir di Kota Baru Parahyangan dengan 1 Juta Lebih Buku
Di Kota Baru Parahyangan, bazar buku internasional Big Bad Wolf Books yang telah berjalan sejak 2016 ini bakal memberikan berbagai kejutan baru pada 2025 ini. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Berbekal semangat 'Ubah Dunia Satu Buku Setiap Waktu', Big Bad Wolf Books kembali hadir di Parahyangan Convention Center Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan membawa misi meningkatkan literasi membaca buku masyarakat.

Di Kota Baru Parahyangan, bazar buku internasional Big Bad Wolf Books yang telah berjalan sejak 2016 ini bakal memberikan berbagai kejutan baru pada 2025 ini.

Jutaan lebih buku dengan berbagai genre yang dibawah Big Bad Wolf Books bakal dihadirkan dalam helaran yang bakal dibuka pada 28 Agustus 2025 hingga 7 September 2025 di Kota Baru Parahyangan.

"Big Bad Wolf Books kembali hadir di Bandung sebagai kota ke empat setelah sebelumnya hadir di Yogyakarta, Surabaya dan Bali," kata Direktur Utama BBW Indonesia Marthius Wandi Budianto saat ditemui di BUMILUHUR Coffee 'N Tea House, Selasa 19 Agustus 2025.

Wandi menjelaskan, kekayaan budaya Sunda, kreativitas anak muda, dan tradisi pendidikan yang kuat, menjadikan Bandung sebagai lokasi pemberhentian ideal bagi penyelenggaraan BBW.

"Kami mengusung semangat gerakan 'Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu', Big Bad Wolf Books Bandung 2025 hadir menjadi bagian dari gaya hidup karakter warga Bandung yang menjadikan buku sebagai teman belajar, sumber inspirasi, motivasi, imajinasi dan bekal generasi emas," jelasnya.

Kendati begitu, ungkap Wandi, misi tersebut tak bisa direalisasikan hanya oleh satu pihak, orang maupun organisasi. Namun, hal ini bisa terwujud dengan dukungan banyak pihak.

"Kita harus membuat buku sebagai aset yang tersedia untuk semua kalangan masyarakat karena buku bukan sesuatu yang mewah. Makanya kita bawa lebih dari 1 juta buku lokal maupun impor," ungkapnya.

Menurutnya, BBW merupakan agenda yang konsisten membawa penikmat maupun pecinta buku untuk berpetualang. Sehingga, pihaknya berkomitmen untuk membawa hal baru dalam setiap event.

"BBW sudah punya tim dan basecamp yang bisa menampung lebih dari 4 juta buku. Saya percaya literasi masyarakat dalam membaca buku bisa meningkat," tuturnya.

Wandi menambahkan, BBW Bandung 2025 bukan sekadar bazar buku, namun juga gerakan untuk mendukung kebiasaan membaca masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

Dengan kekayaan budaya Sunda dan semangat gotong royong masyarakat Jawa Barat, kami percaya membaca bisa menjadi sumber energi baru untuk tumbuh dan berkembang.

"BBW Bandung 2025 menghadirkan buku yang lebih mudah dijangkau bagi semua kalangan, bukan hanya sebagai hiburan, tapi sebagai bekal energi positif yang memperkuat literasi Indonesia," ujarnya.
 
Pendiri Big Bad Wolf (BBW) Books, Andrew Yap menuturkan, BBW merupakan gerakan global yang hadir di lebih dari 50 kota di 17 negara, dan pihaknya sangat bangga membawa BBW kembali ke Bandung.

Menurutnya, Bandung bukan hanya kota kreatif dengan semangat budaya yang kuat, tetapi juga pusat pendidikan dan komunitas anak muda.


Editor : Doni Ramdhani