Misteri Catatan Terakhir Istri Mudjoyo Tjandra Ungkap Fakta Baru Kasus Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat

Misteri catatan terakhir yang diduga ditulis oleh istri Mudjoyo Tjandra ditemukan di dinding kamar rumah penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat.

Misteri Catatan Terakhir Istri Mudjoyo Tjandra Ungkap Fakta Baru Kasus Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat

INILAHKORAN, Bandung - Misteri catatan terakhir yang diduga ditulis oleh istri Mudjoyo Tjandra ditemukan di dinding kamar rumah penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat.

Dalam kasus penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat tersebut catatan terakhir yang diduga ditulis oleh, Iguh Indah Hayati (55) seolah ditujukan untuk Mudjoyo Tjandra.

Diketahui, Mudjoyo Tjandra terakhir berkomunikasi dengan anak dan istrinya pada 2018 silam melalui pesan WhatsApp.

Selain penyebab kematian kedua korban, catatan terakhir yang tertulis di tembok turut menjadi sorotan.

Pada catatan tersebut, Indah Hayati seakan-akan sudah tahu bahwa Mudjoyo telah menikah lagi.

"Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan sakiti istri ketigamu nanti. Aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan? Yang dari Ciamis yang photo bersamamu itu," bunyi tulisan yang diduga ditulis oleh Indah.

Selain itu, dirinya juga menyinggung soal rumah tangga Mudjoyo yang sempat gagal dengan istri pertamanya.

"Dipakai di FB Hendra Setiawan. Di kolom komentar tertulis mengingat kau pernah gagal menjalani hubungan pada istri ke 1 mu yang bernama Leony Maria Theressia," katanya.

Tulisan terakhir di catatan yang diduga ditulis oleh Indah tersebut juga mengatakan bahwa rumah yang menjadi TKP tersebut harus dibangun menjadi masjid.

"Aku minta rumah ini diwakafkan untuk mesjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi mesjid atas kematian saya," tandasnya.


Editor : Firda Rachmawati