Mitigasi Bencana, Dedie A Rachim Tekankan Warga Harus Siap untuk Selamat

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan  kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga. 

Mitigasi Bencana, Dedie A Rachim Tekankan Warga Harus Siap untuk Selamat
Dedie A Rachim menekankan, Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional Tahun 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran dan semangat 'Siap Untuk Selamat' yang harus tertanam dalam setiap warga negara, khususnya warga Kota Bogor yang memiliki tingkat risiko bencana cukup tinggi. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan  kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga. 

Dedie A Rachim menekankan, Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional Tahun 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran dan semangat 'Siap Untuk Selamat' yang harus tertanam dalam setiap warga negara, khususnya warga Kota Bogor yang memiliki tingkat risiko bencana cukup tinggi.

"Kesiapsiagaan bukan pilihan, tapi keharusan. Bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Karena itu setiap keluarga harus punya rencana, tahu titik kumpul, tahu proses evakuasi dan menyiapkan tas bencana," terang Dedie A Rachim, Kamis 1 Mei 2025.

Dedie A Rachim menjelaskan, Kota Bogor setiap tahun menghadapi lebih dari seribu kejadian bencana, seperti banjir lintasan, longsor, tanah bergerak, puting beliung, pohon tumbang, kebakaran, hingga gempa bumi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam membangun kota yang tangguh terhadap risiko bencana.

"Untuk itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan aktif mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana mulai dari menyiapkan tas darurat bencan, mengetahui titik kumpul dan titik evakuasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan yang terjadi bencana," jelasnya.

"Ketika semua elemen bersinergi dan punya pemahaman yang sama, maka jika bencana benar-benar terjadi, kita bisa bertindak lebih sigap dan tepat," tambah Dedie A Rachim.

Sementara itu, Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Jakarta Desiana turut mengapresiasi kesiapsiagaan Kota Bogor dan berharap kesadaran masyarakat terus meningkat.

"Semoga warga Bogor makin tangguh dan siap selamat. Kesiapsiagaan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga dan lingkungan. Bersama BPBD, kita akan terus mendorong edukasi kesiapsiagaan masyarakat untuk meminimalkan risiko korban," ungkap Desiana.


Editor : Doni Ramdhani