Motor Konversi BBM ke Listrik Buatan Tel-U Siap Ramaikan Pasar Kendaraan Listrik Tanah Air

Telkom University (Tel-U) bersama perusahaan star up Laxus EV mengembangkan sepeda motor listrik. Motor listrik yang dikembangkan memiliki dua jenis, yakni konversi dari BBM ke listrik dan motor yang memang dibuat dari awal sebagai kendaraan listrik.

Motor Konversi BBM ke Listrik Buatan Tel-U Siap Ramaikan Pasar Kendaraan Listrik Tanah Air
Rektor Tel-U Adiwijaya mengatakan, saat ini pihaknya bersama perusahaan startup yang juga milik Tel-U tengah mengembangkan kendaraan listrik yakni motor listrik. Ada dua pengembangan yang dilakukan yakni konversi dari motor BBM menjadi listrik. Kedua, yakni murni motor listrik yang didesain dan dirancang dari pertama. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Telkom University (Tel-U) bersama perusahaan startup Laxus EV mengembangkan sepeda motor listrik. Motor listrik yang dikembangkan memiliki dua jenis, yakni konversi dari BBM ke listrik dan motor yang memang dibuat dari awal sebagai kendaraan listrik.

Rektor Tel-U Adiwijaya mengatakan, saat ini pihaknya bersama perusahaan startup yang juga milik Tel-U tengah mengembangkan kendaraan listrik yakni motor listrik. Ada dua pengembangan yang dilakukan yakni konversi dari motor BBM menjadi listrik. Kedua, yakni murni motor listrik yang didesain dan dirancang dari pertama.

"Ini kerja sama kami dengan salah satu perusahaan startup. Kami akan terus mengembangkan kendaraan listrik ini agar desain produknya bisa disukai masyarakat. Termasuk sistem baterai manajemennya supaya tidak memberatkan," kata Adiwijaya saat puncak Anniversary Tel-U di Kampus Tel-U di Kabupaten Bandung, Selasa 29 November 2022. 

Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik ini sejalan dengan target negara mencapai zero emisi pada 2060 mendatang. Namun demikian, untuk produksi masal, pihaknya masih memerlukan beberapa tahapan dan proses yang harus dilalui. Saat ini telah memasuki tahap uji produk.

"Termasuk uji kualitas kekuatan motornya. Alhamdulilah bisa mengangkut berat lebih dari 2 kwintal," ujarnya.

Sementara itu, CEO Laxus EV Rixard George menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengembangkan konversi motor BBM menjadi energi listrik. Di antaranya, lima unit motor matik Honda Vario 135 keluaran tahun 2013 yang diubah menjadi motor listirik. Motor Vario ini bagian mesinnya dicopot diganti dengan sistem listrik yang terhubung ke dinamo  penggerak roda belakang.

"Untuk konversi ke listrik ini kami ada beberapa penyesuaian. Seperti swing arm, velg belakang diganti dengan dinamo penggerak. Kemudian shock breakernya yang semula mono kini menjadi ganda. Kemudian ada modifikasi juga pada display spidometer digital," katanya. 

Rixard melanjutkan, Honda Vario 135 konversi listrik ini, dibekali dengan baterai 25 amper 60 volt. Lama pengisian baterai antara 3-4 jam. Jika dalam kondisi baterai penuh, motor listrik ini memiliki jarak tempuh sekitar 25 kilometer. Begitu juga dengan motor listrik yang murni, dirancang dan dibangun oleh para dosen, mahasiswa dan TPA.

"Kalau kecepatannya sampai 110 km per jam juga bisa. Namun, standarnya kami setel antara 60-90 km per jam. Sedangkan, untuk jarak tempuh bisa saja diperpanjang lagi, namun untuk yang ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen, tapi rasanya jarak tempuh 25 km itu cukup kok kalau sekedar pemakaian sehari-hari dari rumah ke tempat kerja. Kalau biaya konversi ini sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta, dan ini bisa diaplikasikan untuk semua jenis motor," ujarnya.

Untuk pengerjaan satu unit motor konversi energi listirik ini, lanjut Rixard, hanya memerlukan beberapa hari saja. Tapi, singkatnya waktu pengerjaan ini bukan berarti asal-asalan, karena sejatinya, produksi konversi ini telah melalui hasil riset atau penelitian tim dari para dosen, mahasiswa dan TPA dari Tel-U selama beberapa bulan. 

"Kelebihan dari konversi ini minim vibrasi atai getaran. Jalannnya sangat halus, akselerasinya enak sekali. Kemudian, karena ini konversi jadi enggak ada penambahan unit baru, sehingga tidak menambah kemacetan lalu lintas dan mengurangi emisi,"ujarnya.

Kabar gembiranya, lanjut Rixard,  motor konversi listrik ini sudah dilirik salah satu anak perusahaan Telkom. Mereka tertarik untuk mengganti 1.000 unit kendaraan roda duanya dengan energi listrik. Nantinya, semua motor operasional perusahaan tersebut akan menggunakan energi listrik. Tak hanya itu saja, Pemerintahan Kabupaten Bandung pun tertarik untuk menggunakan motor konversi listrik ini.

"Perbandingan konsumsi BBM dengan listrik ini sangat jauh. Misalkan BBM itu sehari habis Rp30 ribu, kalau pakai listrik itu sekitar Rp3.000, karena kan listrik itu per kWH-nya cuma Rp1.300 saja," katanya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani