MPLS Ramah SDN Cijayanti 4: Hari Pertama Penuh Cerita
TAK ada lagi kesan menegangkan di hari pertama sekolah. SD Negeri Cijayanti 4 menghadirkan MPLS ramah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Hari pertama sekolah menjadi langkah awal bagi siswa baru mengenal dunia pendidikan yang lebih luas. Bukan hanya tentang ruang kelas dan guru baru, tetapi juga bagaimana mereka merasa diterima, aman, dan nyaman sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah.
Suasana itulah yang coba dibangun SD Negeri Cijayanti 4, Kabupaten Bogor, melalui penerapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ramah. Program ini dirancang agar peserta didik baru dapat beradaptasi tanpa rasa takut maupun tekanan.
Guru SD Negeri Cijayanti 4 Syifa mengatakan, MPLS ramah bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri serta membangun hubungan positif antara siswa, guru, dan teman sebaya.
“Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa senang, nyaman, dan aman berada di sekolah. Tidak ada perundungan, pengucilan, ataupun perlakuan yang membuat anak merasa tidak diterima,” ujar Syifa di Babakan Madang, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (16/7).
Melalui pendekatan yang lebih humanis, siswa baru diajak mengenal sekolah secara bertahap. Mereka diperkenalkan dengan para guru, teman sekelas, hingga berbagai fasilitas yang akan menjadi bagian dari perjalanan belajar mereka.
Beragam kegiatan kreatif juga disiapkan untuk membuat proses adaptasi terasa menyenangkan. Salah satunya membuat topi dari bahan sederhana dan barang bekas seperti bola serta kardus.
Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga menjadi cara sederhana mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Bagi Syifa, sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa seperti berada di rumah sendiri. Rasa aman dan nyaman menjadi fondasi penting agar siswa dapat berkembang secara optimal.
“Harapan kami, anakanak merasa bahagia, nyaman, dan betah berada di sekolah seperti berada di rumah sendiri. Mereka merasa dilindungi, diperhatikan, mendapatkan kasih sayang dari guru maupun temantemannya,” katanya.
Menurutnya, lingkungan belajar yang positif akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.
Dengan suasana yang menyenangkan, proses belajar pun dapat berjalan lebih baik.
Pandangan positif juga datang dari orang tua siswa Sri Malini. Dia menilai konsep MPLS ramah memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak karena dikemas dengan kegiatan kreatif.
“Menurut saya kegiatan MPLS ini bagus. Anak-anak jadi lebih kreatif, misalnya membuat topi dari bola. Ini pengalaman yang baru, jadi anak-anak semakin semangat dan kreatif,” ujarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

