MR DIY Indonesia dan BIRU Berkolaborasi, Genjot Kapabilitas Generasi Muda Lewat Teaching Factory Berstandar Industri 

PT Daya Intiguna Yasa yang lebih dikenal MR DIY Indonesia berkolaborasi dengan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), dalam meningkatkan keterampilan generasi muda.

MR DIY Indonesia dan BIRU Berkolaborasi, Genjot Kapabilitas Generasi Muda Lewat Teaching Factory Berstandar Industri 
Program Teaching Factory yang diberikan mencakup pelatihan mesin Computer Numerical Controlled (CNC), peningkatan kapasitas guru, serta dukungan berkelanjutan dari BIRU dan MR DIY Indonesia. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - PT Daya Intiguna Yasa yang lebih dikenal MR DIY Indonesia berkolaborasi dengan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), dalam meningkatkan keterampilan generasi muda.

Melalui program Teaching Factory yang mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan pengalaman industri, diharapkan mampu menggenjot kapabilitas generasi muda. Dimana terbaru, dengan melibatkan siswa SMKN 1 Katapang, Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Program Teaching Factory yang diberikan mencakup pelatihan mesin Computer Numerical Controlled (CNC), peningkatan kapasitas guru, serta dukungan berkelanjutan dari BIRU dan MR DIY Indonesia.

Produk unggulan yang akan dihasilkan adalah palu Alugoro (tembaga), sebuah alat sederhana namun vital di sektor konstruksi, pertambangan dan manufaktur. Produk ini diproduksi melalui proses kolaboratif, dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang memanfaatkan material daur ulang, sehingga menciptakan nilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan. 

Program-program tersebut diberikan agar siswa bisa mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri, sekaligus memperoleh sertifikasi resmi.

Chief Executive Officer BIRU Kanya Stira Sjahrir mengatakan, dengan kolaborasi bersama MR DIY Indonesia ini, selaraskan dengan visi mereka dalam memberdayakan generasi muda, agar siap menghadapi masa depan, memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang. 

"Teaching Factory ini menjadi cetak biru kolaborasi industri–pendidikan yang menciptakan keterampilan, produk dan peluang nyata. Dengan membekali siswa dan guru melalui kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, kami menyiapkan mereka untuk pekerjaan hari ini, sekaligus membentuk fondasi tenaga kerja masa depan," ujar Kanya dalam keterangan resminya, Kamis 28 Agustus 2025.

Pihaknya berharap, model ini dapat diperluas secara nasional, untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdampak luas secara berkelanjutan.

Kolaborasi BIRU bersama MR DIY Indonesia juga merupakan wujud komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG).

Lebih dari sekadar pelatihan, program Teaching Factory ini menggabungkan pembelajaran vokasi dengan pengalaman industri nyata selama tiga bulan, memperkuat keterampilan siswa dan kapasitas guru supaya relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Sedangkan, Direktur Utama MR DIY Indonesia Edwin Cheah menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk tumbuh bersama, dengan cara yang berkelanjutan dengan masyarakat Indonesia.

"Kami pun percaya, bahwa kemajuan generasi muda Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, kolaborasi kami dengan BIRU merupakan wujud nyata dari komitmen besar MR DIY Indonesia dalam peran dan kapasitas kami membangun bangsa," ucapnya.

Kolaborasi perdana ini diharapkannya dapar diterima dengan baik, untuk memperkuat daya saing lulusan vokasi yang kompeten dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja, memperkuat inovasi lokal, serta mendukung inovasi ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Edy Purwanto mengatakan, Teaching Factory merupakan langkah nyata yang harus didorong untuk menyiapkan generasi muda, dengan keterampilan relevan sejak dini.

"Sekaligus menjadi model bagi sekolah lain, untuk memperkuat hubungan pendidikan dengan dunia industri. Dengan dukungan seperti ini, kami optimistis lulusan SMK akan lebih siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa," kata dia.

Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Katapang Hendra Hermansah menyambut baik, seiring dengan diimplementasikannya model teaching factory terhadap siswa mereka.

"Harapan kami, keberhasilan program ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk berkolaborasi dengan industri dan menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda di seluruh Indonesia," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani