Muhammad Farhan dari Persib ke Balai Kota Bandung, Kini Bidik Kursi Ketua Asprov PSSI Jawa Barat

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pembangunan infrastruktur sepak bola bakal menjadi prioritasnya bila terpilih sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat.

Muhammad Farhan dari Persib ke Balai Kota Bandung,  Kini Bidik Kursi Ketua Asprov PSSI Jawa Barat
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pembangunan infrastruktur sepak bola bakal menjadi prioritasnya bila terpilih sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pembangunan infrastruktur sepak bola bakal menjadi prioritasnya bila terpilih sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat.

Orang nomor satu di Kota Bandung itu, resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua dan menyebut program penyediaan satu lapangan sepak bola di setiap kecamatan sebagai agenda utamanya.

Ia mengatakan, seluruh persyaratan administrasi pencalonan telah dinyatakan lengkap oleh panitia. Namun dirinya memilih irit bicara soal persaingan menuju Kursi ketua. “Saya belum bisa komentar. Saya daftar. Alhamdulillah sudah lengkap secara administrasi, tidak ada masalah,” kata Farhan pada Rabu 3 Desember 2025.

Menurut ia, pembangunan lapangan di tingkat kecamatan selaras dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menilai, ketersediaan fasilitas laik menjadi fondasi paling mendesak untuk memperkuat pembinaan sepak bola Jabar dari usia dini hingga kelompok kompetitif. 

“Kita melaksanakan salah satu misi pak gubernur, yaitu membangun satu lapangan sepak bola per kecamatan. Siap kita kerja, mudah-mudahan,” ucapnya.

Farhan menyebut, pengalaman panjangnya di dunia sepak bola mulai dari terlibat dalam manajemen Persib Bandung hingga aktif mengurus kegiatan sepak bola di tingkat kota membuatnya memahami kebutuhan dasar ekosistem olahraga tersebut.

"Fasilitas yang merata, menentukan kualitas pemain dan kompetisi di masa depan," ujar dia.

Ia juga menyoroti belum banyaknya klub Jabar yang mampu bersaing di Liga 1. Kondisi itu menurut dia, berkaitan dengan pembinaan pemain muda yang belum terstruktur. Dengan infrastruktur memadai, pihaknya berharap klub-klub daerah dapat membangun sistem pembinaan berjenjang dan meningkatkan daya saing.

“Tidak mudah, tapi lewat pembinaan yang punya arah. Kita bisa mengembangkan pemain muda secara sistematis. Pembangunan lapangan per kecamatan, sebagai pijakan awal untuk menciptakan pusat-pusat talenta baru di seluruh wilayah Jawa Barat. Langkah ini penting agar provinsi tetap menjadi salah satu poros sepak bola nasional," tandasnya.***


Editor : JakaPermana