MUJ ONWJ Ajak Komunitas dan Masyarakat Setempat Bersih-bersih Sampah di Muara Gembong Bekasi
PT Migas Hulu Jabar (MUJ ONWJ) berkolaborasi dengan komunitas dan masyarakat membersihkan sampah di Saung Alas, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PT Migas Hulu Jabar (MUJ ONWJ) berkolaborasi dengan komunitas dan masyarakat membersihkan sampah di Saung Alas, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Hal tersebut dilakukan MUJ ONWJ untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Saung Alas sebagai salah satu kawasan wisata favorit di Muara Gembong, Bekasi. Sehingga perlu adanya langkah bersama untuk menjadikan masalah sampah ini tidak berkelanjutan.
Peneliti Sampah Plastik Jenna Jambeck mengatakan, jika masalah sampah ini tidak segera ditangani maka pada 2050 mendatang diperkirakan jumlah sampah di laut akan sama dengan jumlah ikannya.
"Untuk itu, penyelesaian terhadap sampah ini harus dilakukan dari hulu ke hilir termasuk didalamnya yang penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Jenna Jambeck.
Bahkan berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2021 Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah. Sampah plastik masih menjadi permasalahan lingkungan di dunia yang belum terpecahkan meskipun banyak inovasi yang telah dilakukan dalam menanggulanginya.
Menurut data Jenna Jambeck mengungkapkan Indonesia menjadi salah satu negara di dunia dengan penyumbang limbah plastik terbanyak di lautan, yaitu tercatat sekitar 1,2 juta ton metric per tahun.
Di Saung Alas, Muara Gembong pun tidak luput dari permasalahan sampah plastik baik yang terbawa arus maupun akibat perilaku masyarakat setempat dan wisatawan karena Saung Alas adalah salah satu pariwisata yang terdapat di Muara Gembong.
Untuk itu, PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ) bekerjasama dengan Yayasan Silaturohim Indonesia dan berbagai lapisan masyarakat bergotong-royong membersihkan sampah di kawasan tersebut.
"Kita sebagai masyarakat harus sadar dan peduli terhadap lingkungan, apalagi saung alas ini menjadi salah satu objek wisata Muara Gembong yang terdapat mangrove sehingga kita harus menjaga kelestarian Muara Gembong ini. Kegiatan ini adalah langkah awal kepedulian terhadap lingkungan" kata Direktur utama MUJ ONWJ Ubaydillah.
Menurutnya, program yang dilaksanakan selama 2 hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan bahaya sampah yang sulit di daur ulang.
Sedangkan, Pegiat Gerakan Sosial Muara Gembong Zul mengaku prihatin dengan banyaknya sampah di Saung Alas ini. Padahal, Saung Alas ini menjadi kawasan pariwisata favorit di Muara Gembong, Bekasi.
"Sayang sekali Saung Alas ini menjadi tempat penampungan sampah sampah yang kebanyakan tidak dapat di daur ulang padahal seharusnya pariwisata menjadi tempat yang indah dan nyaman bagi wisatawan dan harapan kami dengan adanya kegiatan ini mampu menciptakan solusi untuk menangani permasalahan ini" ungkap Zul.
Padahal, menurutnya beberapa sampah dapat diolah untuk dijadikan kebutuhan alat rumah tangga. Seperti sampah kertas yang dapat dijadikan sebuah wadah dan sampah plastik yang dapat dijadikan tikar serta sampah organik untuk dijadikan kompos.
Hal senada diungkapkan oleh peserta yang ikut membersihkan sampah di Muara Gembong sekaligus seorang guru, yakni Nunih. Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut memang perlu untuk diedukasi soal pengelolaan sampah agar bisa bernilai ekonomis.
"Sebenarnya sampah ada yang bisa didaur ulang bahkan bisa bernilai ekonomis, tapi masyarakat disini tidak tahu sehingga kami butuh penyuluhan atau sosialisasi tentang informasi tersebut," tutur Nunih.
Sementara itu, aparat kewilayahan di Kawasan Muara Gembong, Subarma berharap pemerintah terus aktif bersama masyarakat memerhatikan persoalan sampah khususnya di Kawasan Muara Gembong.
Sehingga, dengan peran serta semua pihak, diharapkan permasalah ini bisa diatasi. Jika tidak, makan permasalahan ini akan terus berlanjut hingga produksi sampah terus meningkat dan mencemari laut.
“Banyak yang tidak tahu keberadaan dan potensi yang ada disini, bahkan pemerintah Kabupaten Bekasi ada yang tidak tahu keberadaan Muara Gembong, dan baru kali ini truk sampah DLHK Kabupaten Bekasi datang ke Muara Gembong,” ujarnya.***
Editor : Doni Ramdhani

