Muktamar XVI Persis, Ridwan Kamil: Penguatan Spiritualitas dan Ekonomi Harus Beriringan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil berharap kehadiran masjid di Jabar tidak hanya tempat salat, melainkan juga tempat membangkitkan ekonomi. Hal itu dikatakan saat Muktamar XVI Persis di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, Sabtu 24 September 2022.

Muktamar XVI Persis, Ridwan Kamil: Penguatan Spiritualitas dan Ekonomi Harus Beriringan
Di pertemuan Muktamar XVI Persis itu Ridwan Kamil mengatakan, penguatan spiritualitas dan ekonomi harus berjalan beriringan. (rianto nurdiasyah)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil berharap kehadiran masjid di Jabar tidak hanya tempat salat, melainkan juga tempat membangkitkan ekonomi. Hal itu dikatakan saat Muktamar XVI Persis di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, Sabtu 24 September 2022.

Di pertemuan Muktamar XVI Persis itu Ridwan Kamil mengatakan, penguatan spiritualitas dan ekonomi harus berjalan beriringan.

"Sehingga diharapkan, rakyat Jabar itu secara spiritualitasnya tinggi, secara ekonomi juga sejahtera," ujar Ridwan Kamil.

Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil juga memaparkan program Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra). Di mana salah satu tujuan dari program tersebut yakni memberantas rentenir sekaligus memperkuat ekonomi umat melalui pinjaman tanpa syarat dan tanpa agunan.

“Mohon banyaknya masjid disetarakan dengan kemakmurannya, masjid di Jawa Barat bukan hanya tempat salat, tetapi juga tempat membangkitkan ekonomi,” katanya. 

Ridwan Kamil juga berharap, Persis dapat melahirkan generasi muda yang kompetitif dan produktif. Tujuannya agar Indonesia Emas 2045 dapat terwujud. 

"Tahun 2045, anak cucu kita harus kompetitif, harus produktif dengan kombinasi spiritualitas. Secara duniawi juga, dia punya keilmuan," katanya.

Dia juga memastikan, Pemprov Jabar sangat merangkul umat beragama dalam membangun Jabar. Sejumlah dukungan juga diberikan untuk organisasi masyarakat keagaaman termasuk Persis. 

Sementara itu, Ketua Panitia Muktamar Persis XVI Haris Muslim mengatakan ,uktamar sempat dua tahun tertunda karena Pandemi Covid-19 dan akhirnya ini bisa dilakukan secara langsung dengan bertatap muka. 

Muktamar ini, kata dia, menjadi momen indah dalam membangun silaturahim dari seluruh peserta dan peninjau, dan juga dari Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Daerah (PD) hingga Pimpinan Cabang (PC).*** (rianto nurdiansyah)


Editor : Doni Ramdhani