Nahas, Irfan Tewas Tersengat Listrik Saat Hendak Perbaiki Pompa Air
Seorang santri di Pondok Pesantren Al Mutohar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, bernasib nahas. Santri yang diketahui bernama Irfan Abdul Aziz (19), itu meninggal dunia akibat tersengat listrik saat hendak menyalakan pompa air (jet pump) ponpes yang mati.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Seorang santri di Pondok Pesantren Al Mutohar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, bernasib nahas. Santri yang diketahui bernama Irfan Abdul Aziz (19), itu meninggal dunia akibat tersengat listrik saat hendak menyalakan pompa air (jet pump) ponpes yang mati.
Informasi yang diperoleh INILAH, peristiwa nahas yang menimpa remaja asal Kampung/Desa Sukarela, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang itu terjadi pada Rabu (29/1) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat ditemukan oleh rekannya sesama santri, korban sudah tergeletak di lantai 3 pondok pesantren tersebut tepatnya di dekat torn penampungan air.
Kapolsek Plered Kompol Slamet Harijanto, membenarkan kejadian tersebut. Karena, sesaat setelah kejadian, pihak ponpes tersebut langsung melaporkan kasus ini ke kepolisian. Anggotanya, saat itu juga langsung menuju ke lokasi kejadian.
“Saat ditemukan, korban terlihat sedang memegang kabel listrik,” ujar Slamet kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).
Slamet menjelaskan, korban sebelumnya ditemukan tergeletak oleh rekannya atas nama Rafli. Saat itu, Rafli melihat korban tergeletak didekat penampungan air. Namun, saat saksi mendekati dan hendak menolong korban, dirinya merasa tersengat listrik. Beruntung, saksi Rafli segera tersadar dan langsung berlari untuk mencari pertolongan.
Rafli yang panik kemudian melaporkan kejadian yang menimpa temannya itu ke santri lainnya. Selanjutnya, para santri lainnya berupaya menolong korban. Korban, lalu dibawa ke Klinik Aqma Plered. Akan tetapi, tim medis dari klinik itu, menyebutkan bila korban sudah meninggal dunia.
“Saat ini, jenazah korban telah dibawa pihak Pondok Pesantren ke keluarganya. (Asep Mulyana)
Editor : Bsafaat

