Tetapkan 3.101 Komponen Cadangan, Ini Pesan Tegas Jokowi untuk Anggota Komcad

Sebanyak 3.101 anggota Komponen Cadangan Tahun 2021 ditetapkan Presiden Joko Widodo di Lapang Pusdikpassus, Batujajar, KBB.

Tetapkan 3.101 Komponen Cadangan, Ini Pesan Tegas Jokowi untuk Anggota Komcad
Penetapan sebanyak 3.101 anggota Komponen Cadangan Tahun 2021.

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 3.101 anggota Komponen Cadangan Tahun 2021 ditetapkan Presiden RI Joko Widodo, pada Kamis 7 Oktober 2021 di Lapang Pusdikpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Perlu diketahui, pembentukan Komponen Cadangan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara.

Setiap warga negara dalam berbagai profesi yang berusia 18-35 tahun bisa mendaftarkan diri secara sukarela untuk menjadi komponen cadangan guna memperkuat dan memperbesar komponen utama, terutama dalam menjaga kedaulatan NKRI, baik di darat, laut maupun udara.

Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Tinjau Latihan 2.500 Siswa Komponen Cadangan di Bandung

Dari pantauan INILAHKORAN, Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto mengatakan, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta melibatkan seluruh sumber daya nasional yang dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu dan berkelanjutan untuk menegakkan kedaulatan negara menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman," beber Prabowo dalam laporannya, Kamis 7 Oktober 2021.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara, lanjut dia, mengamanatkan mengenai usaha bela negara komponen cadangan dan komponen pendukung yang telah diatur dalam undang-undang.

Baca Juga: Moeldoko Sebut Banser Layak Jadi Komponen Cadangan

Ia menerangkan, pelaksanaan kegiatan tahapan pembentukan komponen cadangan dimulai dengan pendaftaran yang digelar pada 17-31 Mei 2021.

"Untuk seleksi tanggal 1 sampai 17 Juni 2021. Latihan dasar kemiliteran 21 Juni sampai 18 September 2021. Sementara Penetapan dilaksanakan pada 7 Oktober 2021," terangnya.

Ia menyebut, komponen cadangan berjumlah 3.103 orang terdiri dari Rindam Jaya 500 orang, Rindam III Siliwangi 500 orang, Rindam IV Diponegoro 500 orang, Rindam V Brawijaya 500, Rindam XII Tanjungpura 499 orang, Universitas Pertahanan 604 orang.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, kedaulatan negara keutuhan wilayah NKRI, keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia adalah segala-galanya.

Menurutnya, TNI sebagai komponen utama selalu siaga, tetapi perlu didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.

"Itulah sistem pertahanan kita yang bersifat semesta, sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh warga negara wilayah dan sumber daya nasional lainnya," tuturnya.

Ia menegaskan, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara dan usaha pertahanan negara.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara yang telah mendaftar secara sukarela, telah mengikuti proses seleksi dan pelatihan dasar kemiliteran secara sukarela dan hari ini saudara saudara ditetapkan sebagai anggota komponen cadangan," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masa aktif komponen cadangan tidak setiap hari, tidak setiap saat, setelah penetapan ini saudara-saudara kembali ke profesi masing-masing.

"Anggota komponen cadangan tetap berprofesi seperti biasa, masa aktif komponen cadangan hanyalah pada saat mengikuti pelatihan dan saat mobilisasi," jelasnya.

Ia meminta, anggota komponen cadangan harus selalu siaga jika dipanggil negara, komponen cadangan dikerahkan bila keadaan darurat militer atau keadaan perang, dimobilisasi oleh Presiden dengan persetujuan DPR yang komando dan kendalinya berada di Panglima TNI.

"Artinya, tidak ada anggota komponen cadangan yang melakukan kegiatan mandiri, perlu saya tegaskan komponen cadangan tidak boleh digunakan untuk lain kecuali kepentingan pertahanan," tegasnya.

"Komponen cadangan hanya untuk kepentingan pertahanan dan kepentingan negara," sambungnya.

Ia menilai, penetapan komponen cadangan ini akan semakin memperkokoh sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Pada saat yang sama pemerintah melakukan modernisasi semesta secara menyeluruh pada semua matra, darat, laut dan udara.

"Kita juga punya putra-putri yang tidak kalah kemampuannya dibidang sains dan teknologi," ujarnya.

Ia menyebut, para ilmuwan dan insinyur Indonesia saat ini sedang melakukan penelitian dan pengembangan di berbagai bidang strategi.

"Pembangunan fregat buatan Indonesia, termasuk peluru kendali untuk pertahanan udara dan pertahanan laut serta dalam pembangunan kapal selam Indonesia," tandasnya.***(agus satia negara)


Editor : inilahkoran