Ridwan Kamil Menuju 2024, PPP Setelah PAN?

Ridwan Kamil dalam bidikan PAN untuk Pilpres 2024. Kabarnya, PPP juga tertarik mengusung Gubernur Jabar itu.

Ridwan Kamil Menuju 2024, PPP Setelah PAN?
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

INILAHKORAN, Bandung- Ridwan Kamil berada dalam radar PAN. Apakah PPP juga mulai melirik Gubernur Jawa Barat itu untuk kontestasi Pemilihan Presiden mendatang?

Tajuknya Munas Alim Ulama. Digelar DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lokasinya di Semarang, pertengahan Oktober ini. Salah seorang tamunya: Ridwan Kamil.

Terkait Pemilihan Presiden? Ketua DPP Ahmad Baidowi tampak masih malu-malu. Dia menyatakan kehadiran Emil bukan untuk itu. Meski begitu, PPP terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, termasuk Gubernur Jawa Barat tersebut.

“PPP terbuka bagi siapapun, apalagi public figur,” katanya di Jakarta, Minggu 10 Oktober 2021.

Baca Juga: Apa Saja yang Dibahas Ridwan Kamil bersama Erick Thohir? Simak Fakta-faktanya...

Yang pasti, PPP mengundang Emil ke Semarang karena dianggap sebagai kepala daerah yang memiliki pengalaman dalam mengatasi persoalan pandemi Covid-19.

“Fakta lapangan tersebut akan jadi masukan dalam forum,” katanya.

Ridwan Kamil mengaku diundang PPP ke Semarang. Intinya, saya menghormati undangan. Memang tak bisa dihindari kalau acara politik, partai politik, selalu ada pertanyaan yang mengarah ke 2024,” katanya.

Arah menuju 2024 itu, setidaknya, terbukti dari kehadirannya pada Workshop Nasional DPP Partai Amanat Nasional (PAN), awal pekan lalu di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Dia jadi salah satu tokoh yang diundang partai berlambang matahari terbit itu.

Sekadar hadir? Wakil Ketua Umum DPP PAN, Bima Arya Sugiarto, memperjelas. Pihaknya memang tertarik dengan empat figur yang diundang itu, termasuk Ridwan Kamil.

Selain Emil, tokoh politik lain yang diundang adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Mau Hinggap ke Parpol yang Mana, Ridwan Kamil?

Bima menyebutkan partainya tertarik kepada keempat tokoh tersebut lantaran menduduki puncak hasil survei pilpres. “Mereka yang diambil ini kan karena menduduki puncak survei-survei pilpres,” ujarnya.

Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor itu melihat keempatnya dapat diusung untuk berkombinasi dan saling berpasangan, atau bisa saja malah dipasangkan dengan tokoh-tokoh lainnya.

Sebab, sosok Erick Thohir, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, memiliki banyak fans tersendiri di internal PAN.

“Ada yang suka presentasi Mas Anies, ada yang lebih senang ke RK, ada yang bersimpatik sama Erick Thohir, ada yang ngefans sama Bu Khofifah, begitu,” katanya.

Mereka adalah tokoh yang berprestasi, inspiratif dan memukau bagi penggemarnya masing-masing, sehingga berpotensi untuk menjadi pemimpin masa depan bagi Indonesia.

Baca Juga: Survei Capres 2024: Ridwan Kamil Masuk Tiga Besar Diatas Anies dan Sandiaga Uno

Namun, kata dia, perjalanan masih panjang. Masih ada dua tahun lebih bagi PAN untuk bisa menjajaki sosok tokoh-tokoh nasional dalam menghadapi Pilpres 2024.

PAN pun masih terbuka menjalin komunikasi dengan partai lain dalam menentukan calon yang tepat dalam pertarungan politik tersebut.

Bima juga menyampaikan partai berlambang matahari putih itu memiliki tokoh internal yang dijagokan untuk Pilpres 2024, yakni ketua umumnya Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir yang saat ini masih mengisi kepemimpinan nasional.

“Tentu pada saatnya PAN akan menentukan, bisa salah satu dari mereka atau bahkan di luar dari mereka. Masih panjang,” katanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ungkap Tiga Nilai Spiritual Kepemimpinannya

Istikharah

Sementara itu, Ridwan Kamil sendiri menyatakan dirinya akan melaksanakan istikharah terkait dengan keputusan apakah dirinya akan bergabung dengan partai politik atau tidak menjelang Pilpres 2024.

“Jadi, terus terang, saya masih istikharah. Kalau lanjut ke gubernur juga periode kedua, mungkin posisinya sudah berpartai juga. Partai mana? Mungkin pada tahun 2022 akan saya sampaikan. Istikharah, mana yang pas dulu,” kata Emil di Bandung, Sabtu.

Selama ini, rekam jejak politik Emil meliputi mengikuti Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar melalui jalur nonpartai.

Baca Juga: Ridwan Kamil Pikirkan Matang Masuk Partai, Mungkin ke Partai Amanat Nasional

Akan tetapi, Emil didukung sejumlah partai politik di dua pemilihan kepala daerah tersebut.
Menjelang Pilpres 2024, hasil sejumlah lembaga survei memunculkan nama Emil sebagai salah satu kandidat calon presiden. Walaupun sejumlah pengamat politik beropini jika langkah Emil akan berat apabila melaju ke Pilpres 2024 tanpa didukung partai politik, terutama karena sejak 2023 dia sudah tak menjabat Gubernur Jawa Barat lagi.

Emil dalam berbagai kesempatan menemui sejumlah ketua umum partai politik sehingga pertemuan mereka menimbulkan beragam opini publik.

Pertemuan terbaru antara Emil dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Nusa Dua, Bali. Kemudian sebelumnya Emil sempat bertemu dengan ketua umum dan petinggi Gerindra, PKS, dan partai lainnya.

Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil bagi Tips Gaet Genzi via MedsosI

“Saya mah kan prinsipnya dalam politik prinsipnya harus menjaga hubungan baik ke semua pihak. Jadi ingat nggak ketika saya bertemu dengan Pak AHY, lalu dengan Pak Airlangga. Hampir semua ketua partai juga pernah silaturahim,” kata dia.*** (ing)


Editor : inilahkoran