Ganjar Pranowo Pilih Fokus Isu Rakyat, Tak Tertarik Polemik Ijazah Jokowi: Saya Lebih Tertarik Membahas Korban PHK

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik mengomentari polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjadi perdebatan sejumlah pihak.

Ganjar Pranowo Pilih Fokus Isu Rakyat, Tak Tertarik Polemik Ijazah Jokowi: Saya Lebih Tertarik Membahas Korban PHK
Ganjar Pranowo Pilih Fokus Isu Rakyat, Tak Tertarik Polemik Ijazah Jokowi: Saya Lebih Tertarik Membahas Korban PHK

INILAHKORAN, Bandung – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik mengomentari polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjadi perdebatan sejumlah pihak.

Ganjar memilih untuk memprioritaskan perhatian pada persoalan yang menurutnya lebih berdampak langsung terhadap rakyat.

"Saya lebih tertarik membahas korban PHK (pemutusan hubungan kerja) hari ini, siapa yang tidak bisa bekerja, bagaimana kondisi perubahan global saat ini yang harus kita respons. Itu jauh lebih menarik," ujar Ganjar seperti dikutip dari ANTARA.

Menurut Ganjar, alih-alih terjebak dalam isu-isu yang sifatnya kontroversial dan menguras energi, sebaiknya semua pihak lebih fokus membicarakan hal-hal strategis yang bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Apalagi, kata Ganjar, persoalan mengenai ijazah tersebut sudah memasuki ranah hukum dan akan diselesaikan melalui pengadilan.

"Prosesnya kan juga sudah berlangsung sekarang, kalau tidak salah ada yang menggugat dan sebagainya, kemudian ada yang sudah sampai ke pengadilan," tambah mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi mencuat setelah beberapa kelompok, salah satunya Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), meminta Jokowi memperlihatkan ijazah asli yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menanggapi hal ini, Jokowi menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi nama baiknya.

"Saya mempertimbangkan karena ini sudah jadi fitnah di mana-mana," kata Jokowi.

Presiden menegaskan bahwa tuduhan tersebut tergolong pencemaran nama baik, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum demi mendapatkan kejelasan dan keadilan.

Sementara itu, pihak UGM sebagai institusi yang mengeluarkan ijazah Jokowi, juga mengambil langkah serius. Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius, menyatakan bahwa UGM sudah menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian terkait tuduhan tersebut.

"Sudah ada kontak dengan teman-teman dari Polri, sudah ada. Masih terkait yang tadi (kasus ijazah). Detailnya nanti teman-teman Polri yang menyampaikan," ujar Andi.

Andi juga menegaskan kesiapan UGM untuk mendukung proses hukum yang berjalan. Pihak kampus akan memberikan data dan dokumen yang dibutuhkan, asalkan diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum maupun pengadilan.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan