Megawati Sentil Gaya Kritik Emosional: Politik Harus Punya Martabat

Megawati mengingatkan agar kritik politik tidak berubah menjadi luapan emosi atau serangan personal yang justru merusak etika demokrasi.

Megawati Sentil Gaya Kritik Emosional: Politik Harus Punya Martabat
Megawati Sentil Gaya Kritik Emosional: Politik Harus Punya Martabat

INILAHKORAN.ID - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa sikap kritis terhadap kekuasaan harus dijalankan secara bermartabat dengan berlandaskan data, fakta, serta pengalaman riil masyarakat. Ia mengingatkan agar kritik politik tidak berubah menjadi luapan emosi atau serangan personal yang justru merusak etika demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Senin, (12/1).

Menurutnya, partai politik harus menjaga marwah perjuangan dengan mengedepankan gagasan dan nilai ideologis, bukan provokasi yang bersifat emosional.

“Kritik harus bersumber dari data, kenyataan hidup rakyat, dan nilai ideologi. Bukan dari kemarahan atau serangan pribadi. Dengan itulah martabat politik partai terjaga,” ujar Megawati.

Megawati menegaskan, garis perjuangan PDI Perjuangan adalah perjuangan moral dan kebijakan yang berpihak pada Rakyat Marhaen. Sebagai kekuatan penyeimbang dalam sistem demokrasi, PDIP memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan negara tetap sejalan dengan keadilan sosial dan kepentingan rakyat kecil.

Ia mengingatkan bahwa menghadapi kekuasaan tidak berarti melakukan konfrontasi tanpa substansi. Menurutnya, kemarahan dan serangan personal justru menjauhkan politik dari nilai kenegarawanan yang seharusnya dijunjung tinggi.

“Pemerintahan dalam demokrasi bukan musuh personal. Ia adalah subjek kebijakan yang sah untuk dikritisi secara rasional dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih jauh, Megawati mendorong perubahan arah diskursus politik nasional agar tidak semata berfokus pada isu stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai politik harus lebih berani membahas keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi yang substantif.

Megawati juga menekankan peran PDI Perjuangan sebagai ruang harapan rakyat dalam mencari keadilan, terutama ketika negara terlihat kuat secara institusional namun belum sepenuhnya dirasakan adil oleh masyarakat. Oleh karena itu, perjuangan partai harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui fungsi legislasi di parlemen maupun kerja politik akar rumput yang membebaskan dan memberdayakan.

“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bertumpu pada kedekatan dengan kekuasaan, tetapi pada kepercayaan rakyat, partisipasi aktif, dan kesadaran politik masyarakat,” pungkas Megawati.


Editor : Firda Rachmawati