Kalah di Proliga 2025, Megawati Tanggapi Kritikan Pedas Netizen: Baru Latihan Sehari Disuruh Main!
Megawati menanggapi kritikan pedas netizen usai dirinya gagal membawa Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di final Proliga 2025
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi pusat perhatian usai penampilannya bersama Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di Final Four Proliga 2025 mendapat sorotan tajam dari warganet.
Sejumlah komentar pedas menilai performa sang atlet tidak maksimal, meski baru saja kembali dari masa pemulihan cedera.
Megawati, yang akrab disapa "Megatron", baru memperkuat Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia pada seri Solo, yakni putaran kedua Final Four, setelah sebelumnya absen di dua seri awal yang berlangsung di Semarang dan Kediri.
Ketidakhadirannya disebabkan oleh proses pemulihan cedera yang dialaminya usai membela tim Daejeon Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan.
Meski belum sepenuhnya pulih dan hanya menjalani satu kali latihan sebelum bertanding, Megawati berhasil menyumbangkan 17 poin dalam dua laga, termasuk 16 poin saat melawan Jakarta Pertamina Enduro. Namun, hal itu belum mampu meredam kritik dari sebagian netizen yang menilai performanya masih di bawah ekspektasi.
Merespons komentar tersebut, Megawati menyampaikan unek-uneknya melalui siaran langsung di akun TikTok pribadi. Ia mengungkapkan kekesalan terhadap komentar yang menurutnya tidak adil dan mengabaikan kondisi fisik maupun mental yang tengah ia hadapi.
“Punya otak nggak kalian? Aku nggak pernah latihan 20 hari, baru latihan sehari langsung disuruh main sebagus waktu di Korea yang latihannya tiga bulan. Nggak ada otak memang kalian,” ucap Megawati dengan nada emosional.
Ia juga mempertanyakan tuntutan publik yang tidak realistis terhadap penampilannya, mengingat waktu persiapan yang sangat singkat. "Aku latihan di Proliga cuma satu hari, terus aku disuruh main kayak di Korea yang latihannya tiga bulan. Kalau otak itu mikir, jangan menghujat," tambahnya.
Lebih lanjut, Megawati menekankan bahwa perjuangannya selama berkompetisi di luar negeri sangat berat, baik secara fisik maupun mental, dan seharusnya mendapat apresiasi, bukan cercaan.
“Emosi meletup. Makanya kalau menilai itu jangan setengah-setengah. Kalian tahu nggak perjuangan aku tiga bulan di Korea? Nangis-nangis aku. Di Indonesia sehari latihan langsung disuruh lompat setinggi langit. Kalau aku pakai dukun mungkin bisa, tapi ini aku manusia biasa,” katanya.
Meskipun belum tampil maksimal, kontribusi Megawati masih cukup signifikan. Ia tetap masuk dalam daftar 20 besar pencetak poin terbanyak di Proliga 2025, sebuah capaian yang mencerminkan kualitas dan peran pentingnya di lapangan meski hanya tampil terbatas.
Editor : Firda Rachmawati


