Tagar BoikotJNE Trending, JNE Putus Kontrak Mitra yang Umumkan Loker di Tamiang Layang
JNE memutus kontrak dengan mitra yang mengumumkan lowongan kerja di Tamiang Layang dan berbuah tagar BoikotJNE trending di Twitter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- JNE akhirnya mengambil sikap buntut trendingnya tagar BoikotJNE di platform WhastApp.
Seperti diketahui, tagar BoikotJNE muncul usai beredarnya info lowongan kerja untuk calon karyawan JNE Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Tagar BoikotJNE, jadi bentuk kekecewaan para netizen lantaran info lowongan kerja JNE Tamiang Layang dianggap berbau diskriminasi.
Baca Juga: Sabet Medali Emas di PON XX Papua, Ksatria JNE Bogor ini Diguyur Bonus
Dalam info lowongan kerja tersebut, diumumkan JNE Tamiang Layang sedang memerlukan seorang kurir motor.
Lantas tercantum satu persyaratan, yang kalimatnya 'Diwajibkan Beragama Islam."
JNE lantas mengeluarkan surat pernyataan resmi ditandatangani VP of Marketing, Eri Palgunadi terkait info lowongan kerja di Tamiang Layang tersebut.
Baca Juga: Kolaborasi Perluas Akses Produk dan Layanan, Pegadaian Gandeng JNE
JNE menegaskan, bahwa info lowongan kerja itu dibuat pihak mitra tanpa sepengetahuan resmi.
Buntut dari kejadian ini, JNE akhirnya memutus kontrak dengan mitra yang bersangkutan.
"Kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap SIP dan nilai-nilai perusahaan yang keberagamaan dan perbedaan, oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerjasama dengan pihak mitra," tulis pernyatan resmi JNE.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19, JNE Suntik 7.500 Karyawan dan Masyarakat Umum
Selain itu, JNE juga akan melakukan pemutusan hubungan kerja dengan oknum karyawan yang terkait dengan beredarnya surat lowongan kerja di Tamiang Layang.
"Kami sangat memegang teguh nilai-nilai perusahaan yang mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai perbedaan," lanjut pernyataan JNE.
Sebelumnya diberitakan, info lowongan kerja JNE di Tamiang Layang menuai pro kontra di platform Twitter.
Baca Juga: Gandeng JNE, Dharma Wanita Jabar Luncurkan Toko Online
"Diskriminasi tingkat dewa. WAJIB BERAGAMA ISLAM Woy, kalau mau kerja di JNE Tamiang Layang," tulis akun Twitter @Nuvitariani
"Mau di bawa ke arah mana Indonesia, sudut pandangnya, ideologinya? Apa guna Pancasila, jika semua aspek sosial masih berperilaku rasis?" tulis akun Twytter @Dy29An.
"Sebaiknya kita boikot saja @JNE_ID," tulis @sipenkAyas.
Baca Juga: Masjid Pendiri JNE Megah Berdiri di Bangka Belitung
Ada pula yang membela JNE atas pengumuman lowongan kerja tersebut.
"Karyawan sejahtera kiriman lanjcar. Maju terus JNE. Aku padamu biarkan para Buzzer main keroyok," tulis akun @la_saliyu.***
Editor : inilahkoran


