Ayang Utriza Yakin Pertanyakan Peran Komnas HAM Hingga Komnas Anak dalam Kasus Guru Perkosa 12 Santriwati
Akademisi Ayang Utriza Yakin pertanyakan peran Komnas HAM hingga Komnas Anak dalam kasus pemerkosaan 12 santriwati di Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Akademisi Ayang Utriza Yakin pertanyakan peran Komnas HAM hingga Komnas Anak dalam kasus pemerkosaan 12 santriwati di Bandung.
Hal itu disampaikan Ayang Utriza Yakin di akun Twitter miliknya dibarengi dengan mengunggah foto orang yang diduga pelaku pemerkosa santriwati tersebut.
Dia mempertanyakan peran dari Komnas HAM, Komnas Perempuan dan Komnas Anak atas kasus yang terjadi itu.
Baca Juga: Ayang Utriza Yakin Unggah Foto Terduga Pemerkosa 12 Santriwati, Ini Dia Sosoknya
“@KomnasHAM @KomnasPerempuan @komnas_anak: kerja Anda apa ya?,” sambungnya.
Selain itu, Ayang pun menyentil MUI yang tak berkomentar terkait adanya kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada 12 santri yang dilakukan oleh gurunya sendiri.
“@MUIPusat: mana suaranya ya?” tanya Ayang Utriza Yakin.
Baca Juga: Lahirkan Anak Pertama, Ini Kisah Bahagia Felicya Angelista yang Dibagikan di Instagram
Atas kejadian ini, Ayang meminta pihak kepolisian juga kemenag untuk menutup pesantren tersebut.
“@Kemenag_RI & @DivHumas_Polri harus menutup pesantren yg terbukti salah,” pinta Ayang.
Dosen Fakultas Teologi, Universitas KU Leuven, Belgia ini pun mengunggah foto terduga pemerkosa 12 santriwati di Bandung.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Jumlah Vaksinasi di Jabar Menurun
Ayang Utriza Yakin menyebut bahwa foto yang diunggahnya itu hasil investigasi netizen.
Dia mengatakan bahwa orang yang berada di foto yang diunggahnya itu adalah pelaku pemerkosaan 12 santriwati di Bandung.
“Berdasarkan investigasi rakyat dunia maya, inilah pemerkosa 13 (red-seharusnya 12) santriwati berkedok pesantren gratis tahfidz,” ucap Ayang Utriza Yakin dikutip dari akun Twitternya.
Baca Juga: Jarang Tampil Pakai Make Up, Cut Meyriska Beberkan Alasannya
Diketahui, seorang pemilik guru pesantren tahfidz HW (36) telah memerkosa 12 santriwati hingga hamil dan melahirkan.***
Editor : inilahkoran


