Ada 3 Temuan Baru! Total Sudah 8 WNI Terkonfirmasi Positif Varian Omicron

Ada tiga temuan baru terkait penyebaran varian Omicron di Indonesia. Total, sudah 8 WNI yang terpapar varian anyar dari Covid-19.

Ada 3 Temuan Baru! Total  Sudah 8 WNI Terkonfirmasi Positif Varian Omicron
Ditemukan 3 kasus baru varian Omicron di Indonesia sehingga total menjadi 8 kasus.

INILAHKORAN, Bandung- Ada tiga temuan baru terkait penyebaran varian Omicron di Indonesia.

Adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang mendeteksi 3 temuan kasus terbaru varian Omicron di Indonesia.

Temuan 3 kasus varian Omicron di Indonesia, itu didapat dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) pada Kamis 22 Desember 2021.

Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus Omicron di Indonesia menjadi 8 orang.

Baca Juga: Profil Alfeandra Dewangga Bintang Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Pernah Gagal Gabung Persib

Sama seperti 5 kasus sebelumnya, 3 kasus terkonfirmasi ini merupakan imported case, berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Kongo dan Malaysia.

Ketiganya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kini telah menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“Semua kasus Omicron di Indonesia berasal dari luar negeri (imported case). Temuan ini menunjukkan bahwa semua kasus terjadi di karantina, jadi bisa kita kita tangkal di karantina dan sampai saat ini belum ada yang menyebar keluar,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi di Jakarta.

Baca Juga: Soal Insiden Ricky Kambuaya di Laga Timnas Indonesia vs Singapura, Shin Tae Yong: Wasit Juga Pekerja

Untuk mencegah sebaran Omicron, Indonesia harus terus memperkuat pintu-pintu masuk negara.

Hal tersebut baik dari jalur darat, laut, dan udara agar tidak ada celah masuknya Omicron dari negara lain.

Kemenkes akan memperkuat kegiatan surveilans dan peningkatan pemeriksaan WGS terutama bagi pasien dari pelaku perjalanan internasional yang terkonfirmasi positif.

Langkah ini untuk menemukan kasus terkonfirmasi sejak dini, sehingga bisa segera dilakukan karantina maupun penanganan medis bagi kasus yang bergejala.

Baca Juga: Penalti Timnas Indonesia 'Dirampok' Saat Ladeni Singapura, Begini Reaksi Shin Tae Yong

Dengan semakin meluasnya penyebaran Omicron, Jubir Nadia mengimbau masyarakat untuk tidak atau menunda melakukan perjalanan ke luar negeri, jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi penularan COVID-19, terutama Omicron.

Sebab varian ini diduga jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian yang ada. Lindungi diri dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan segera mengikuti vaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Penalti Timnas Indonesia 'Dirampok' Saat Ladeni Singapura, Begini Reaksi Shin Tae Yong

Sebelumnya, pasien Omicron pertama terkonfirmasi pada 15 Desember 2021 atas inisial N. Dia adalah seorang pekerja pembersih di Wisma Atlet Kemayoran.

Pasien pertama Omicron di Indonesia saat ini sudah negatif COVID-19. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers, Kamis 16 Desember 2021.

“Mereka masih sehat, tidak ada demam, tidak ada batuk-batuk. Kemudian mereka bertiga sudah di tes PCR kembali, hasil tes 3 hari berikutnya, dan tes PCR nya sudah negatif,” kata Budi.

Baca Juga: Penalti Timnas Indonesia 'Dirampok' Saat Ladeni Singapura, Begini Reaksi Shin Tae Yong

Varian COVID-19 Omicron bermutasi 70 kali lebih cepat dari versi asli corona dan varian Delta dalam 24 jam. Awalnya, varian Omicron terdeteksi pada akhir November di Afrika Selatan (Afsel).

Hingga kini, sudah lebih dari 72 negara terinfeksi varian COVID-19 terbaru itu. Omicron menimbulkan gejala ringan. Meski begitu, Inggris baru saja melaporkan kematian pertama akibat Omicron baru-baru ini.***

 


Editor : inilahkoran