Muncul Karangan Bunga dengan Tulisan Said Aqil Ketum PB NU, Pemilihannya Belum Tuntas...
Heboh beredar karangan bunga untuk Said Aqil dengan tulisan Ketum PBNU Muktamar ke-34 di Universitas Lampung, Kamis 23 Desember 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Heboh beredar karangan bunga untuk Said Aqil dengan tulisan Ketum PBNU Muktamar ke-34 di Universitas Lampung, Kamis 23 Desember 2021.
Beberapa karangan bunga bertuliskan selamat atas terpilihnya Said Aqil sebagai Ketum PBNU manuai kontroversi.
Padahal, karangan bunga untuk Said Aqil yang disebut Ketum PBNU Muktamar ke-34, itu muncul di saat pemilihan Ketum PBNU itu sendiri belum digelar.
Baca Juga: Bukan Said Aqil atau Yahya Tsaquf, Calon Ketum NU Ini Trending di Medsos
Karangan ini berasal dari berbagai pengurus, seperti ketua PWNU Jawa Timur, ketua PWNU Sulawesi Selatan, ketua PWNU Jawa tengah, hingga ketua GP Ansor.
Karangan bunga itu muncul sejak Kamis 23 Desember 2021 pagi WIB. Padahal, proses pemilihan Ketum PBNU masih berlangsung alot hingga Jumat 24 Desember 2021 pagi WIB ini.
Ada tiga kandidat yang maju dalam proses pemilihan ketua umum PBNU yakni Said Aqil Sirodj, Yahya Cholil Staquf, dan As’ad Said Ali.
Dua nama awal menjadi kandidat terkuat dalam pemilihan ini, sementara As’ad jika jadi maju bakal sebagai kuda hitam.
Ketua Komite Pengarah Muktamar Ke-34 NU, M Nuh, menjelaskan mekanisme pemilihan ketua umum PBNU akan mengutamakan musyawarah mufakat, tetapi apabila tak menemukan titik terang maka akan melakukan pemungutan suara.
Nuh menjelaskan pengurus cabang dan wilayah boleh mengusulkan nama sebagai calon ketua umum. Calon yang akan maju harus memenuhi syarat memiliki 99 suara.
“Kalau si ketua umum itu setiap cabang, wilayah, mengusulkan nama, siapa saja boleh mengusulkan nama. Syarat minimalnya dari usulan tadi itu, siapa saja yang mencapai 99 suara atau lebih dari 99 suara itu yang masuk calon ketua umum,” ujar Nuh di Lampung, Kamis 24 Desember 2021.
Baca Juga: Beredar Video Risma Memungut Kerikil Pakai Tangan, Said Didu: Jangan Mencontoh Kerja Seperti Ini
Ia menjelaskan apabila terdapat sejumlah nama yang mendapat 99 suara atau lebih, maka mereka akan melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun apabila tidak menemui kata mufakat, maka akan ada konsolidasi dari Rais Aam PBNU.
“Kalau Rais Aam sudah memberikan persetujuannya, kalau calonnya lebih satu, maka baru voting lagi. Siapa yang dapat suara terbanyak dari situ ya itu yang akan menjadi Ketum,” kata dia.***
Editor : inilahkoran


