Karyawan Pertamina Akan Mogok Kerja, Para Ojol Menyindir: Harusnya Bersyukur Gajinya Besar!
Pra ojol menyindir rencana karyawan Pertamina untuk menggelar aksi mogok kerja pada 29 Desember hingga 7 Januari mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Karyawan Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) berencana mogok kerja 29 Desember hingga 7 Januari 2022. Para ojek online (ojol) bereaksi.
Asosiasi driver Online (ADO) yang didalamnya termasuk para ojol menyindir karyawan Pertamina yang hendak mogok kerja itu.
Di mata para ojol, rencana mogok kerja karyawan Pertamina akan berdampak luas terhadap masyarakat bawah.
Baca Juga: Baim Wong Jadi Presiden Satria Muda Pertamina, Pamor Basket Meroket di Indonesia?
“Kami menyayangkan rencana aksi mogok tersebut. Aksi mereka pasti akan berdampak terhadap masyarakat luas, termasuk kami, pengemudi online,” ujar Ketua Umum ADO Taha Syarafil dalam keterangannya seperti dikutip InilahKoran dari Inilah.com.
Dia menyindir rencana aksi mogok para karyawan Pertamina itu. Sebab penghasilan karyawan pertamin jauh lebih besar daripada pengemudi online.
FSPPB harus bersyukur karena tingkat kesejahteraan karyawan Pertamina jauh lebih tinggi dari institusi lain. Bahkan berbeda jauh dari penghasilan para pengemudi online yang akan terdampak aksi tersebut.
Baca Juga: BUMD MUJ Upayakan Alih Kelola Lapangan Migas Pertamina
Rata-rata penghasilan pengemudi online hanya Rp150 ribu-Rp200 ribu per hari. Berdasarkan hitungan, para driver online hanya membawa pulang penghasilan sebesar Rp80 ribu.
Bahkan di sejumlah daerah, penghasilan pengemudi berada di bawah UMR.
“Masa libur Natal dan Tahun Baru adalah harapan pengemudi online untuk meraih penghasilan lebih banyak. Kalau mereka sampai melakukan aksi, pekerjaan kita terganggu. Bagaimana nanti nasib kami dan keluarga kami,” ujar Taha.
Baca Juga: Dukung Daya Saing, Subholding Gas Pertamina Sepakati Kontrak Pasokan Gas Bumi di Sumatera dan Jawa
Selain itu, ancaman aksi mogok serikat pekerja Pertamina akan berdampak terhadap pelayanan Pertamina, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika hal itu terjadi, puluhan ribu nasib driver online tidak akan menentu.
Ariel panggilan akrab Syafaril berharap ada penyelesaian secara dialog antara pekerja dengan manajemen Pertamina, sebab aksi mogok yang akan dilakukan oleh serikat pekerja tidak akan menyelesaikan masalah, tapi justru akan menambah masalah.
“Seharusnya serikat pekerja berpikir, agar kinerja pendapatan Pertamina bertambah baik. Bukan melakukan aksi mogok kerja,” ujar dia.
Baca Juga: Tegas! Erick Thohir Minta Toilet Umum di SPBU Pertamina Digratiskan
Menurut dia, asosiasi ini memiliki anggota 10 ribu lebih anggota yang tersebar di 16 provinsi. Khusus di wilayah Jakarta ada sekitar 1.500 anggota pengemudi online, baik roda dua atau roda empat.
Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengakui jika penghasilan karyawan Pertamina sangat besar. Mereka bisa mendapatkan 20 kali take homepay atau setara dengan 39 kali gaji pokok.***
Editor : inilahkoran


