Kemungkinan PDIP-Gerindra Koalisi Majukan Prabowo-Puan 2024, Begini Kata Direktur IndoStrategic

Direktur Eksekutif Affairs IndoStrategic, A Khoirul Umam mengatakan adanya kemungkinan Prabowo Subianto dan Puan Maharani berduet 2024

Kemungkinan PDIP-Gerindra Koalisi Majukan Prabowo-Puan 2024, Begini Kata Direktur IndoStrategic
Kemungkinan PDIP-Gerindra Koalisi Majukan Prabowo-Puan 2024, Begini Kata Direktur IndoStrategic

INILAHKORAN, Bandung - Direktur Eksekutif Affairs IndoStrategic, A Khoirul Umam mengatakan adanya kemungkinan Prabowo Subianto dan Puan Maharani berduet pada Pilpres 2024 mendatang.

Dia mengatakan kemungkinan besar Prabowo dan Puan akan berkoalisi dan maju sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

A Khoirul Umam menyebut bahwa , Pilpres 2024 akan jadi "kesempatan terakhir" bagi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memenuhi janjinya sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Batu Tulis.

Baca Juga: Tulis Kata Kasar, Pemilik Akun 'AskFM' Kim Min Jung Mengaku Bukan Winter aespa

Baca Juga: Kuasa Hukum Keberatan Terdakwan Bikin Deposito Kliennya Raib Divonis Bebas

"Sebagai politisi senior, Megawati tentu sadar bahwa martabat seorang politisi salah satunya terletak pada aspek kepercayaan (trust)," kata A Khoirul Umam dikutip dari Antara, Senin, 10 Januari 2022.

Perjanjian Batu Tulis merupakan kesepakatan bersama antara Ketua Umum PDIP Megawati dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang diteken oleh dua pihak di Jakarta pada 16 Mei 2009.

Dalam Perjanjian Batu Tulis terdapat kesepakatan dimana Megawati akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai presiden pada Pilpres 2014.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Hantui KBB, Komisi IV DPRD: Saya Sudah Mengingatkan Sejak Awal

Baca Juga: Lima Warga Bogor Khawatir Terjangkit Wabah Omicron, Ini Penyebabnya

Namun, seperti diketahui pada 2014 PDIP justru mencalonkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Karena itu, A Khoirul Umam meyakini jika Megawati tidak memenuhi janjinya kepada Prabowo pada Pilpres 2024, maka kemungkinan Ketum Gerindra akan kehilangan momentum pada pemilu-pemilu berikutnya.

Pasalnya, Prabowo telah tiga kali mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2009, Pilpres 2014, dan Pilpres 2019.***


Editor : inilahkoran