Kasus Covid-19 Hantui KBB, Komisi IV DPRD: Saya Sudah Mengingatkan Sejak Awal

Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak awal sudah mengingatkan bahwasanya tidak ada jaminan pandemi Covid-19 akan cepat berlalu.

Kasus Covid-19 Hantui KBB, Komisi IV DPRD: Saya Sudah Mengingatkan Sejak Awal
Ketua Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan


INILAHKORAN- Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak awal sudah mengingatkan bahwasanya tidak ada jaminan pandemi Covid-19 akan cepat berlalu.

Hal tersebut menyusul adanya informasi terkait adanya TKW asal
Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang dikabarkan terpapar Covid-19.

Ketua Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, terlepas dari apapun variannya, tidak ada jaminan setelah varian Omicron tidak ada lagi varian yang lain.
 
Baca Juga: Empat Anggota Positif Covid-19, Omega X Batalkan Semua Jadwal

"Bisa jadi muncul lagi varian baru, artinya pemda harus bersiap siaga. Program penanggulangan covid ini harus tetap dilaksanakan baik itu refocusing atau fokus kerja," katanya, Senin 10 Januari 2022.

Menurutnya, hanya ada dua di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu, pertama pemulihan ekonomi pasca COVID-19, serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi Covid-19.

"Hanya dua hal ini yang jadi fokus program kegiatan pemda sampai 2023. Artinya harus menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari coverage vaksin harus sudah 100 persen atau segera 100 persen dan penyediaan vaksin atau obat covid jika itu memungkinkan," tuturnya.
 
Baca Juga: Ade Yasin Apresiasi Kontribusi Iwapi Kabupaten Bogor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Kemudian, lanjut dia, harus melengkapi sarana dan prasarana kesehatan guna menanggulangi jika ada lonjakan kasus Covid-19. Jadi tugas Pemda itu bagaimana menyiapkan infrastruktur kesehatan , berjaga-jaga kalau kemudian ada lonjakan ke depan.

"Itu aja sih sebetulnya, antisipasi saja dan anggarannya memang selama ini fokus ke situ, tinggal kita memonitor  dan mengevaluasi sejauh mana efektivitasnya," bebernya.

"Selain langkah preventif, nanti ada imbauan, ada pers edukasi, termasuk ada penyekatan sebagai program tambahan," tandasnya. (agus satia negara) ***
 
 


Editor : inilahkoran