Gempa Banten, 26 Kecamatan dan 138 Desa Terkena Dampak
Sebanyak 26 kecamatan dan 138 desa di Kabupaten Pandeglang Banten terkena dampak gempa tektonik yang megabibatkan dua warga alami luka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Banten - Bencana alam gempa yang menimpa Pandeglang, Provinsi Banten berdampak pada 26 kecamatan dan 138 desa yang mengakibatkan dua orang wargag alami luka.
"Sejauh ini kami tidak menerima laporan korban jiwa, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Banten, Girgi Jantoro di Pandeglang, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu 16 Januari 2022.
Gempa tektonik di Kabupaten Pandeglang, Banten cukup kuat getarannya hingga berdampak pada 29 kecamatan dan 138 desa.
Kemungkinan gempa ini termasuk terbesar karena ribuan rumah warga mengalami kerusakan. Berdasarkan data yang diterima BPBD Pandeglang kini tercatat 1.904 unit rumah rusak dan kini menjadi 1.699 pada Sabtu (15/1) pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: Diguncang Gempa M 6.7, Sebanyak 257 Rumah di Banten Rusak
Kerusakan rumah sebanyak 1.904 unit tersebut masuk kategori rusak ringan 1.144 unit, rusak sedang 423 unit dan rusak berat 337 unit.
Selain itu juga kerusakan gedung sekolah sebanyak 34 unit, puskesmas 14 unit, masjid 10 unit, kantor desa tiga unit.
"Kami meyakini jumlah rumah yang rusak bertambah," katanya menjelaskan.
Menurut dia, meski warga terdampak gempa magnitudo 6,6 yang berpusat di titik koordinat 7,01 LS dan 105,26 BT dengan kedalaman 40 kilometer hingga getaran dirasakan di berbagai daerah seperti Tangerang Selatan, Kota Bandung, Jakarta, Bogor dan Lampung.
Warga korban bencana gempa itu tinggal di rumah kerabat. Namun demikian, pemerintah daerah tetap mengutamakan pelayanan terbaik agar warga korban bencana agar tidak mengalami kerawanan pangan.
Baca Juga: Tak Mau Penuhi Undangan, Komnas Anak Sebut Doddy Sudrajat Sombong
Kami berkomitmen untuk membantu pelayanan dasar, sehingga penyaluran bantuan dioptimalkan kepada masyarakat korban bencana itu," katanya.
Sementara itu, Ibu Ebah, warga Sumur Kabupaten Pandeglang mengaku sebagian besar tembok rumah miliknya retak-retak hingga hampir roboh akibat getaran gempa tersebut.
"Kami sekarang tidak menempati rumah sendiri karena khawatir roboh," katanya. (***)
Editor : inilahkoran


