Minta Maaf Soal 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak', Edy Mulyadi: Ada yang Mainkan Isu Ini
Edy menduga bahwa ada beberapa pihak yang dianggapnya sengaja memanfaatkan kondisi tersebut untuk memojokkan dirinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Edy Mulyadi mengucapkan permintaan maafnya setelah menyebut Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak.
Mantan Caleg PKS tersebut membuat video klarifikasi serta permohonan maafnya melalui video yang diunggah di akun YouTubenya, Band Edy Channel.
Dalam video tersebut, Edy menjelaskan terebih dahulu terkait penyataan yang sebelumnya ia pernah lontarkan.
Baca Juga: Ada Apa, Robert Alberts Bandingkan Duo Striker Persib dengan Milik Persikabo?
"Kalimat lengkapnya gini, kita ini punya tempat bagus mahal di Jakarta, tiba-tiba kita jual kita pindah tempat ke tempat jin buang anak. kalimatnya kurang lebih gitu," ucap Edy.
Edy menambahkan jika pernyataannya tersebut bukanlah dalam arti yang sebenarnya, melainkan sebagai gambaran istilah untuk tempat yang jauh.
"Mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat jin buang anak, BSD (Balai Serpong Damai) itu taun 80-90an itu tempat jin buang anak, jadi istilah biasa," lanjutnya.
Edy merasa bahwa apa yang dikatakannya merupakan istilah biasa saja. Edy menduga bahwa ada beberapa pihak yang dianggapnya sengaja memanfaatkan kondisi tersebut untuk memojokkan dirinya.
Baca Juga: Sinopsis Film Deepwater Horizon, Tayang Malam Ini di Bioskop TransTV
"Cuman saya gak tau ada motif apa segala macem, ada yang berusaha memainkan isu ini," ucapnya.
Kendati demikian, Edy tetap mengucapkan permohonan maafnya terhadap masyarakat yang sudah merasa tersinggung.
"Saya ingin sampaikan bahwa saya minta maaf itu benar-benar bukan masalah, saya akan minta maaf, itu mau dianggap salah atau tidak salah saya minta maaf," ujarnya
"Jadi itu tetap gimanapun juga saya tetap meminta maaf kalau ternyata ucapan tadi dianggap melukai. buat kami disini, Jakarta khususnya, itu istilah yang sangat umum, sebagaimana ada beberapa daerah yang secara budaya umum," tambahnya.
Baca Juga: Waduh! Kasus Konfirmasi Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Capai 1.600
Seperti yang diketahui, Nama Edy Mulyadi kini mencuat ke publik lantaran pernyataannya yang menanggapi pemindanhan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Pernyataan Edy Mulyadi dianggap telah menghina dan merendahkan masyarakat Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. ***(Hafshah Nurhabibah)
Editor : inilahkoran


