H-7 Lebaran, Volume Kendaraan Di Jalur Utama Cianjur Mulai Meningkat
Volume kendaraan meningkat di Jalur utama Cianjur, Jawa Barat. Jalur tersebut mulai dilalui kendaraan dengan ciri khas mudik ketika petang d
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH KORAN, Bandung – Volume kendaraan meningkat di Jalur utama Cianjur, Jawa Barat. Jalur tersebut mulai dilalui kendaraan dengan ciri khas mudik ketika petang dan dini hari.
Dilansir dari Antara, Senin, 25 April 2022, kendaraan roda dua atau roda empat dengan ciri khas mudik mulai meningkat terutama sejak pagi hingga sore hari bahkan hingga dini hari menjelang subuh.
Ratusan petugas gabungan dari Polres Cianjur, Kodim 0608 Cianjur, PMI Cianjur, Pramuka dan Dinas Kesehatan serta Dishub Cianjur, disiagakan di 12 pos pengamanan yang sudah diaktifkan guna mengantisipasi terjadinya antrian panjang saat puncak arus mudik.
Baca Juga: Ketua DPRD Dukung Moratorium Minimarket di Kota Bogor
Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan memasuki H-7 volume kendaraan dengan ciri khas mudik mulai meningkat melintas di jalur utama Cianjur.
Peningkatan cukup tinggi terlihat pada pagi dan petang, dimana antrian kendaraan terlihat di dua titik rawan macet Cianjur, ujarnya.
"Terdapat dua titik rawan macet di sepanjang jalur mudik Cianjur, Pasar Cipanas dan Pasar Ciranjang di jalan Raya Cianjur-Bandung,” ucap Doni Hermawan.
“Namun di dua titik tersebut, kita siagakan anggota dan tim khusus untuk mencairkan antrian, hari ini antrian sudah mulai terlihat di kedua titik tersebut," imbuhnya.
Pihaknya memprediksi puncak arus mudik yang melintas di jalur utama Cianjur, akan terjadi pada H-4 lebaran.
Pada waktu tersebut penerapan ganjil genap dan contra flow diberlakukan di jalan tol, sehingga sejumlah rekayasa akan dilakukan berkoordinasi dengan Polres Bogor.
Baca Juga: bank bjb Kolaborasi dengan Taspen Kelola JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian
"Kita sudah siapkan sejumlah rekayasa, termasuk mengarahkan pemudik untuk melintas di jalur alternatif ketika terjadi antrian,” tutur Doni.
“Termasuk melakukan sistem satu arah menuju Bandung atau Bogor dan Sukabumi ketika terjadi antrian panjang," pungkasnya.***
Editor : inilahkoran


