Jokowi Minta Ganjil Genap dan One Way Tetap Diterapkan Saat Arus Balik Lebaran 2022

Jokowi meminta agar rekayasa lalu lintas seperti kebijakan ganjil genap dan one way tetap diterapkan saat mudik Lebaran 2022.

Jokowi Minta Ganjil Genap dan One Way Tetap Diterapkan Saat Arus Balik Lebaran 2022
Presiden Jokowi.

INILAHKORAN, Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar rekayasa lalu lintas seperti kebijakan ganjil genap dan one way tetap diterapkan saat mudik Lebaran 2022.

"Kebijakan ganjil-genap, aturan satu arah atau one way, dan larangan truk masuk jalan tol akan tetap diberlakukan. Semua dilakukan agar masyarakat tetap nyaman," ujar Jokowi dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan puncak arus balik mudik Lebaran 2022 diprediksi terjadi pada 6 hingga 8 Mei 2022.

Baca Juga: Menhub Tinjau Pelabuhan Angke, 8 Kapal Tidak Layak Angkut Penumpang

Jokowi mengatakan pemerintah akan berupaya maksimal mengatur arus balik untuk mengurai kemacetan.

"Pemerintah akan selalu berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk mengatur perjalanan arus balik dengan manajemen lalu lintas untuk mengurai kemacetan," ungkap Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengimbau agar masyarakat yang saat ini mudik kembali lebih awal sebelum tanggal 6-8 Mei 2022. Pasalnya, pada periode tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik mudik Lebaran 2022.

Baca Juga: Menhub: Waspadai Kepadatan Saat Puncak Arus Balik 2022 di Dua Titik Ini

"Jumlah (pemudik tahun ini) yang betul-betul banyak sekali, sehingga saya mengimbau untuk kembalinya agar juga ada yang lebih awal," ujar Jokowi dalam keterangan Setpres yang dikutip Rabu 4 Mei 2022.

Jokowi meminta masyarakat tidak serentak kembali ke ibu kota untuk mencegah terjadinya penumpukan di jalan. Dia memperkirakan jika seluruh pemudik balik bersamaan, kemacetan justru tak terhindarkan.

"Jangan semuanya nanti kembali arus baliknya semuanya di hari Sabtu dan hari Minggu, pasti akan terjadi titik-titik kemacetan, terutama di tol, maupun di jalan nasional, maupun di Merak-Bakauheni," tukasnya.***


Editor : inilahkoran