Bantu Pemudik di Jalur Curam Gunung Lio, Satkoryon Banser Salem Berjaga Siang Malam
Bantu pemudik melewati jalur perlintasan Gunung Lio, Satkoryon Banser Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah berjaga siang malam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Brebes,- Bantu pemudik melewati jalur perlintasan Gunung Lio yang dikenal curam dan berbahaya, Satkoryon Banser Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah rela berjaga siang dan malam.
Kehadiran Posko Mudik Lebaran, Satkoryon Banser Kecamatan Salem tersebut tak lain untuk turut memastikan para pemudik yang melintas di Gunung Lio selamat sampai tujuan.
Gunung Lio merupakan jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Banjarharjo dan Salem dengan tanjakan dan turunan curam serta jalan sempit dengan kanan kiri jurang.
Baca Juga: Anies Baswedan-Ridwan Kamil Bukan Boneka Oligarki!
Kiprah Satkoryon Banser Kecamatan Salem yang turut mengamankan pemudik di perlintasan Gunung Lio tentu saja patut mendapatkan apresiasi.
Tak hanya rela berjaga siang dan malam dengan tanpa pamrih, para relawan dari Satkoryon Banser Kecamatan Salem tersebut juga turut menyiapkan petugas untuk menjadi joki bagi pengemudi yang merasa tidak sanggup melintasi jalur tersebut.
Kasatkoryon Banser, Kecamatan Salem, Yogi Nurfaozi mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan Possko Mudik Lebaran yang dilakukan Satkoryon Banser Salem tentu saja dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Salem.
Baca Juga: Cikampek ke Karawang Habiskan Tiga Jam Gara-gara Macet Parah di Jalan Arteri
Adapun pelaksanaannya menurut Yogi dimulai sejak H-5 Lebaran hingga 6 hari setelah Lebaran.
Dikatakan Yogi, jalur pelrintasan Gunung Lio merupakan salah satu puncak dari yang ada di Kabupaten Brebes dengan kondisi curam.
Jalur tersebut terbentang jalan yang melintas penghubung antara Tanjung-Salem-Bumiayu atau Majenang, Cilacap.
Baca Juga: Hepatitis Akut Misterius Mengancam, Pemprov Jabar Siapkan Lima Langkah Ini
Kehadiran Posko Mudik Lebaran tersebut tujuannya tentu saja membantu para pemudik yang menggunakan jalur alternatif tersebut.
Karena meskipun sangat curam dengan tanjakan dan turunan, jalur tersebut sangat strategis menghubungkan wilayah Banjarharjo dan Salem ke wilayah sekitarnya. Sehingga banyak digunakan pemudik.
"Medannya memang curam, karena tanjakan dan turunannya sangat berbahaya. Sehingga dikhawatirkan para pemudik yang tidak terbiasa melintas di Gunung Lio ini pasti akan merasa takut. Maka posko mudik kami ini juga membantu mereka yang tidak terbiasa melintas," ujar Yogi.
Senada diungkapkan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Salem, Widiantoro. Menurutnya, dengan hadirnya Posko Mudik Lebaran Satkoryon Banser Kecamatan Salem di Gunung Lio merupakan upaya membantu pemudik.
Pasalnya, menurut Widiantoro jalur sepanjang kurang lebih enam kilometer tersebut selama ini banyak ditakuti pengendara yang baru melintas karena melewati puncak Gunung Lio.
"Ini merupakan ikhtiar kami dalam turut mengamankan pemudik. Alhamdulillah, dengan kehadiran temen-temen relawan dari Banser ini setidaknya dapat membantu mereka yang belum pernah melintas di Gunung Lio," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Terancam Tak Bisa Kibarkan Merah Putih di Ajang Internasional Karena Ini
Terpisah Sekretaris MWC NU Kecamatan Salem, Darisman mengaku sangat mengapresiasi kehadiran Posko Mudik Lebaran Satkoryon Banser Kecamatan Salem tersebut.
"Kami dari MWC NU Kecamatan Salem tentu saja sangat berterima kasih dengan perjuangan teman-teman dari Satkoryon Banser Salem yang berjaga siang dan malam untuk membantu pemudik," ungkapnya.***
Editor : inilahkoran


