Netizen Indonesia Terjulid, Ridwan Kamil: Mari Sukseskan Proses Demokrasi 

-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak semua elemen masyarakat untuk menyukseskan seluruh proses demokrasi, termasuk pada Pemilu 2024 nanti. Mengingat, netizen Indonesia yang menyandang status paling julid.

Netizen Indonesia Terjulid, Ridwan Kamil: Mari Sukseskan Proses Demokrasi 

INILAHKORAN, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak semua elemen masyarakat untuk menyukseskan seluruh proses demokrasi, termasuk pada Pemilu 2024 nanti. Mengingat, netizen Indonesia yang menyandang status paling julid.

Ridwan Kamil menilai, di Indonesia masih terdapat kekurangan, yaitu mudahnya masyarakat bertengkar karena perbedaan pandangan. Bahkan netizen Indonesia dinilai paling julid di media sosial. 

"Demokrasi kan dari segala hal yang positif, tapi kita masih ada kekurangan, yaitu mudah bertengkar. Dilihat dari indeks kejulidan netizen juga tertinggi," ujar Ridwan Kamil

Untuk itu peran dari organisasi, termasuk yang berbasis kesundaan seperti Daya Mahasiswa Sunda (Damas) sangat diperlukan agar tercipta kondusivitas. 

"Titip Damas harus jadi penengah, pendamai, pemadam kebakaran, bukan sebaliknya," kata Ridwan Kamil

Di hadapan para pengurus Damas yang baru saja menggelar Milangka ke 66 tahun di Gedung Sate akhir pekan kemarin, Ridwan Kamil juga menyampaikan pencapaian pembangunan Jabar selama kurun waktu empat tahun terakhir. Kendati begitu masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, salah satunya lewat kolaborasi dengan Damas. 

"Pencapaian Jabar sudah sangat baik sejauh ini, kekurangan yang ada harus kita perbaiki dengan peran organisasi termasuk Damas yang berbasis kesundaan," pungkasnya.

Diketahui, netizen Indonesia mendapatkan penilaian tingkat kesopanan pengguna internet dan menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara.

Artinya netizen Indonesia merupakan penggguna internet paling tidak sopan se-Asia Tenggara berdasarkan laporan Digital Civility Index (DCI).

Survei yang sudah memasuki tahun kelima tersebut mengamati sekitar 16.000 responden di 32 wilayah, yang diselesaikan selama kurun waktu bulan April hingga Mei 2020.

Survei tersebut mencakup responden dewasa dan remaja tentang interaksi online mereka dan pengalaman mereka menghadapi risiko online.

Dalam riset yang dirilis oleh Microsoft ini, tingkat kesopanan netizen Indonesia memburuk delapan poin ke angka 76, di mana semakin tinggi angkanya tingkat kesopanan semakin buruk. (Riantonurdiansyah)


Editor : Ahmad Sayuti