Ninja Xpress Dorong UMKM Optimalkan Social Commerce
Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, Ninja Xpress mendorong UMKM untuk mengoptimalkan social commerce.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, Ninja Xpress mendorong UMKM untuk mengoptimalkan social commerce.
Melalui riset bertajuk Suara UKM Negeri Volume 4, yang membahas seluk beluk social commerce di Indonesia. Bekerjasama dengan Milieu Insight, Ninja Xpress melakukan studi dengan melibatkan 600 responden dari UMKM.
Dimana tujuannya untuk mengukur dan mengedukasi lebih dalam, terkait pemanfaatan social commerce untuk menjangkau pasar.
Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa mengatakan, era digital sangat dinamis dan transformatif. Maka dari itu, pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya bergantung pada satu platform. social commerce dapat menjadi kanal, dalam mendongkrak penjualan.
"Strategi multiplatform dapat meminimalisir dampak bisnis apabila salah satu platform sedang menghadapi isu tertentu. Untuk itu kami juga mendorong pelaku UKM terus mengembangkan potensi bisnisnya dengan situs online UKM-nya masing-masing dan memaksimalkan pemanfaatan social commerce untuk meningkatkan pendapatan," kata Andi dalam keterangan resmi, Selasa 19 Maret 2024.
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan layanan pembuatan website bagi para pelaku UMKM, sehingga mereka dapat memiliki their own platform yang memberikan akses bagi mereka untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan penjualan di social media mereka.
"Layanan foto atau video produk untuk pembuatan konten yang disediakan oleh Ninja Xpress diharapkan dapat membantu relevansi antara konten dengan produk yang dijual oleh UKM tersebut," imbuhnya.
Kembali mengenai riset yang telah dilakukan, social commerce nyatanya memiliki audiens yang lebih luas ketimbang market place. Hal ini pun diakui oleh pemilik UMKM merek KAWIKA, Pebri Diyantoro.
Pebri mengatakan, ada potensi besar melalui social commerce dalam memasarkan produknya, berupa fesyen muslim khusu pria.
“Sebagai UKM yang bergerak di bidang fashion muslim, penjualan di bulan Ramadan cenderung meningkat hingga mencapai empat kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas pendapatan kami di bulan Ramadan datang dari hasil pemanfaatan social commerce yaitu Facebook Ads dan juga website. Kami melihat bahwa keunggulan social commerce yang paling kami rasakan adalah ketika kami dapat mencapai target audiens yang tepat dengan karakteristik yang sesuai dengan brand kami, dengan begitu kami dapat melakukan promosi yang efektif dan mendapatkan hasil yang maksimal," tandasnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana

