Novak Djokovic Atasi Rasa Sakit demi Rekor Kedelapan di Wimbledon
Novak Djokovic kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu petenis terbaik dunia. Meski dihantui rasa sakit dan kelelahan, petenis Serbia itu sukses melewati rintangan pertamanya di Wimbledon 2025 dengan mengalahkan wakil Prancis, Alexandre Muller, dalam pertandingan empat set: 6-1, 6-7(7), 6-2, 6-2, Rabu (WIB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Novak Djokovic kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu petenis terbaik dunia. Meski dihantui rasa sakit dan kelelahan, petenis Serbia itu sukses melewati rintangan pertamanya di Wimbledon 2025 dengan mengalahkan wakil Prancis, Alexandre Muller, dalam pertandingan empat set: 6-1, 6-7(7), 6-2, 6-2, Rabu (WIB).
Bermain di lapangan rumput All England Club yang sudah sangat akrab dengannya, Djokovic tampil dominan pada set pertama. Gerakannya lincah, tembakannya tajam, dan penguasaan lapangan tetap utuh meski usianya sudah menginjak 38 tahun.
Namun, situasi berubah drastis di set kedua. Djokovic sempat menyia-nyiakan enam peluang set point dan terlihat mulai kesulitan secara fisik. Ia bahkan harus memanggil tim medis sebanyak dua kali pada set ketiga karena merasakan nyeri di bagian dada dan perut.
“Saya berubah dari merasa sangat baik selama satu setengah set menjadi sangat buruk selama sekitar 45 menit,” ungkap Djokovic, dikutip dari ANTARA.
“Entah itu sakit perut atau tidak, saya berjuang melawannya, tetapi kemudian energi saya kembali setelah minum pil ajaib dari dokter dan saya berhasil menyelesaikan pertandingan dengan baik,” sambungnya.
Muller sempat mendapatkan momentum, bahkan membuat Djokovic tertinggal 2-3 di awal set kedua. Namun, pengalaman dan mental juara Djokovic terbukti menjadi pembeda. Muller membuat kesalahan ganda yang memberi celah bagi Djokovic untuk bangkit dan memimpin kembali pertandingan.
Meski tertatih, Djokovic tak pernah kehilangan fokus. Ia bermain solid dari baseline, memaksa Muller membuat kesalahan demi kesalahan, dan merebut set ketiga dan keempat dengan meyakinkan.
Dengan kemenangan ini, Djokovic mempertahankan rekor sempurnanya di pertandingan pembuka Wimbledon menjadi 20-0, dan kini mencatatkan 40 kemenangan dari 42 laga terakhirnya di All England Club. Dua kekalahan dalam periode itu hanya terjadi di partai final — salah satunya saat dikalahkan Carlos Alcaraz.
Menempati unggulan keenam, posisi terendahnya di Wimbledon sejak 2018, Djokovic mengincar satu hal besar: menyamai rekor Roger Federer dengan delapan gelar Wimbledon.
“Saya tidak akan berada di sini jika saya tidak merasa punya kesempatan,” ujar Djokovic penuh keyakinan.
“Saya rasa saya selalu punya kesempatan, saya rasa saya mendapatkan hak saya untuk benar-benar merasa bisa melaju hingga meraih gelar. Saya telah meraih kesuksesan paling konsisten di Wimbledon," tandasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

