Berlinang Air Mata, Amanda Anisimova Lihat Ibunya yang Takut Terbang di Pinggir Lapangan
Kesedihan Amanda Asinimova kalah di final Wimbledon dari Iga Swiatek tak hanya soal kegagalan, tapi juga karena kehadiran ibunya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, London – Kesedihan Amanda Asinimova kalah di final Wimbledon dari Iga Swiatek tak hanya soal kegagalan, tapi juga karena kehadiran ibunya.
Iga Swiatek menjadi juara baru tunggal putri Wimbledon. Dia merebutnya setelah mengandaskan mimpi Amanda Anisimova.
Iga Swiatek pun untuk pertama kalinya menjuarai turnamen grand slam lapangan rumput paling bergengsi ini. Dia mengalahkan Amanda Asinimova 6-0, 6-0 di laga final.
Amanda Anisimova tentu saja emosional dan menyeka air matanya saat ia memberi selamat kepada Iga Swiatek atas kemenangannya.
Ia kemudian berterima kasih kepada penonton atas dukungan mereka selama dua minggu di Wimbledon. “saya kehabisan tenaga,” katanya.
Amanda Anisimova menyatakan dirinya menunjukkan penampillan yang kurang bersemangat kali ini.
“Tetapi saya akan terus berlatih dan berharap bisa kembali ke sini suatu hari nanti,” tambahnya.
Amanda Anisimova tak kuasa menahan air mata saat ia mengingat ibunya, yang menyaksikan di Centre Court.
“Terima kasih telah hadir di sini dan mematahkan pantangan untuk tidak terbang. Tapi, bukan itu alasan saya kalah di sini!” canda Anisimova.
Ibu Amanda Anisimova memiliki rasa takut yang cukup tinggi untuk terbang, apalagi untuk jarak yang jauh menyeberangi Samudera Atlantik dari Amerika Serikat ke London.
Iga Swiatek melakukan start cemerlang di set pertama. Dia langsung mematahkan servis Amanda Anisimova di game pertama, setelah salah satu dari break point-nya gagal diselamatkan petenis Amerika Serikat itu.
Setelah mempertahankan servis pertamanya, Iga Swiatek kembali merebut game ketiga saat Amanda Anisimova melakukan servis.
Amanda Anisimova yang menyingkirkan Aryna Sabalenka di semifinal, kali ini tampil di bawah form terbaiknya. Servis pertamanya banyak yang gagal.
Di game ketiga itu, Amanda Anisimova sebenarnya sempat dua kali dalam posisi unggul saat deuce. Tapi, dia gagal memanfaatkannya sehingga set ini kembali direbut mantan petenis nomor satu dunia asal Polandia itu.
Amanda Asinimova kian sulit bersaing. Setelah Iga Swiatek mempertahankan servisnya di game keempat dan menjadikan kedudukan 4-0, Amanda Anisimovic lagi-lagi gagal mempertahankan servis di game berikutnya.
Dia kali ini bahkan menyerah tanpa mendapatkan satu angka pun. Iga Swiatek memenangkan game ini dengan love game.
Dengan memegang servis di game keenam, Iga Swiatek tak kesulitan untuk memenangkan set pertama ini. Dia menutup game ini dengan love game dan memenangkan set pertama 6-0.
Kejadian seperti di set pertama pun berlanjut ke set kedua. Iga Swiatek langsung memimpin 3-0 berkat dua kali mematahkan servis Amanda Anisimova.
Hal serupa terjadi di akhir pertandingan, Iga Swiatek menunjukkan kematangan. Dia menghabisi lawan dengan cara yang dingin.
Setelah mempertahankan servis sendiri, Iga Swiatek kemudian meatahkan servis Amanda Anisimova di game ke-lima untuk menjadikan kedudukan 5-0.
Dia menutup perlawanan Amanda Asinimova setelah mempertahankan servis sendiri di game keenam: 6-0. (*)
Editor : Zulfirman


