Pakar Hukum Sebut Gugatan ADOR yang Minta Danielle Ganti Rugi Rp498 Miliar Tidak akan Terkabul
ADOR ajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp498 miliar pada Danielle, keluarganya dan Min Hee Jin, pakar hulum sebut tidak akan berhasil.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - ADOR kini mengungkapkan jumlah tuntutan ganti rugi yang dilayangkan pada mantan member NewJeans, Danielle.
Konflik seputar girl grup NewJeans telah memasuki konfrontasi hukum langsung, karena ADOR, agensi grup tersebut, mengajukan gugatan ganti rugi besar-besaran senilai sekitar Rp498 miliar terhadap Danielle, keluarganya, dan mantan CEO Min Hee Jin.
Menurut sumber hukum, ADOR mengajukan klaim yang meminta kompensasi sekitar Rp498 miliar.
Kasus ini telah ditugaskan ke Divisi Perdata 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul, yang saat ini sedang menangani sengketa terkait saham terpisah antara HYBE dan Min Hee Jin.
Terlepas dari besarnya klaim tersebut, para ahli hukum sebagian besar skeptis bahwa pengadilan akan mengakui jumlah penuhnya.
Di kalangan hukum, kemungkinan pengadilan akan menerima tuntutan ADOR sebesar Rp498 miliar secara penuh diperkirakan secara luas berada di bawah 5%.
Namun gugatan ganti rugi Rp498 miliar ini bisa dianggap berlebihan berdasarkan hukum perdata.
Sekalipun pengadilan memutuskan mendukung ADOR, jumlah yang diklaim diperkirakan akan berkurang secara signifikan.
Harapan ini berakar pada prinsip utama hukum perdata Korea. Berdasarkan Pasal 398 Ayat 2 UU Perdata, pengadilan berwenang untuk mengurangi ganti rugi yang telah ditentukan jika dianggap terlalu tinggi.
Para profesional hukum mencatat bahwa jika mempertimbangkan sisa masa kontrak Danielle dan proyeksi pendapatan NewJeans, klaim sebesar Rp498 miliar jauh melebihi jumlah yang biasanya diakui dalam sengketa kontrak eksklusif.
Putusan-putusan sebelumnya menunjukkan bahwa pengadilan sering memprioritaskan kerugian aktual yang dapat dibuktikan daripada kerugian spekulatif dan sering mengurangi klausul penalti menjadi sekitar 60–70% dari jumlah yang diklaim atau bahkan lebih rendah dalam kasus-kasus tertentu.
ADOR diperkirakan akan berargumen bahwa ganti rugi tersebut mencerminkan baik biaya investasi yang dikeluarkan untuk debut Danielle, seperti biaya pelatihan, produksi, dan pemasaran, maupun hilangnya keuntungan di masa depan yang seharusnya diperoleh jika kontrak tersebut tetap berlaku.
Namun, pengadilan kemungkinan akan membatasi kedua argumen tersebut. Pertama adalah masalah kontribusi artis.
Jika pengadilan memutuskan bahwa kesuksesan NewJeans bukan hanya disebabkan oleh perencanaan agensi tetapi juga oleh bakat dan popularitas individu Danielle, pengadilan dapat mengurangi kontribusinya dari total ganti rugi.
Kedua adalah apakah ADOR telah memulihkan sebagian besar investasi awalnya. Mengingat kesuksesan global NewJeans dan perolehan pendapatan yang substansial hingga saat ini, pengadilan dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar biaya agensi telah dipulihkan, sehingga semakin menurunkan kerugian aktual yang diakui.
ADOR juga mengajukan klaim tanggung jawab bersama, dengan tuduhan bahwa mantan CEO Min Hee Jin dan keluarga Danielle telah menghasut atau membantu pelanggaran kontrak tersebut.
Namun, para ahli hukum menggambarkan hal ini sebagai rintangan tersulit dalam kasus ini.
Untuk menetapkan tanggung jawab bersama atas perbuatan melawan hukum, ADOR memerlukan bukti yang jelas dan konkret yang menunjukkan bahwa Min Hee Jin secara langsung menginstruksikan atau secara aktif mendorong Danielle untuk mengakhiri kontrak eksklusifnya.
Demikian pula, membuktikan bahwa nasihat atau dukungan anggota keluarga merupakan campur tangan yang melanggar hukum adalah hal yang sulit secara hukum.
Tanpa bukti yang kuat, klaim kompensasi terhadap Min Hee Jin atau keluarga Danielle kemungkinan besar akan ditolak.
Berdasarkan preseden dan analisis hukum, para ahli memperkirakan bahwa jumlah akhir yang diakui oleh pengadilan, jika ada, kemungkinan akan berada antara 2% dan 11% dari klaim awal.
Ini akan menempatkan potensi kompensasi dalam kisaran sekitar Rp11 miliar hingga Rp57 miliar, jauh di bawah Rp498 miliar yang diminta oleh ADOR.
Seiring berjalannya kasus ini, gugatan tersebut diperkirakan akan menjadi pertempuran hukum yang menentukan dalam sengketa NewJeans yang lebih luas, dengan implikasi tidak hanya bagi pihak-pihak yang terlibat tetapi juga untuk konflik kontrak artis-agensi di masa depan dalam industri K-Pop.***
Editor : Irma Nurfajri


