Pakar Politik Unsoed Beri Pandangan Usai MK Hapus Presidential Threshold, Perlukah Koalisi Permanen Parpol?

Namun, Pakar Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Luthfi Makhasin, mengingatkan bahwa perubahan ini membawa tantangan baru bagi sistem politik Indonesia.

Pakar Politik Unsoed Beri Pandangan Usai MK Hapus Presidential Threshold, Perlukah Koalisi Permanen Parpol?
Pakar Politik Unsoed Beri Pandangan Usai MK Hapus Presidential Threshold, Perlukah Koalisi Permanen Parpol?

INILAHKORAN,Bandung – Penghapusan ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) disambut gembira oleh banyak kalangan.

Namun, Pakar Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Luthfi Makhasin, mengingatkan bahwa perubahan ini membawa tantangan baru bagi sistem politik Indonesia.

Luthfi menyoroti pentingnya membentuk koalisi politik yang lebih permanen.

"Sepertinya kita butuh model koalisi politik yang lebih permanen agar jelas siapa yang berkuasa dan oposisi,” beber Luthfi Makhasin dikutip dari ANTARA.

“Kalau seperti sekarang, koalisi jadi sangat cair ketika kandidat calon presiden dan wapres yang diusungnya kalah, langsung saja boyongan ramai-ramai mendukung yang menang," imbuhnya.

Menurut Luthfi, Koalisi Permanen akan memberikan stabilitas politik yang lebih baik dan menghindari pergeseran dukungan yang terlalu sering terjadi.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar dilakukan penyederhanaan partai politik.

"Dengan keputusan MK ini, penyederhanaan kepartaian bisa jalan alamiah juga agar kandidasi dalam pilpres juga lebih sederhana," kata Luthfi.

Luthfi berharap penghapusan presidential threshold dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem politik Indonesia.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya untuk tetap mewaspadai praktik politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan