Pamit dari Kementerian PUPR, Basuki Hadimuljono: Ada Mulai Ada Akhirnya
Pada perpisahannya tersebut, Basuki Hadimuljono mengharapkan masyarakat dapat datang langsung ke Kementerian PUPR untuk mengurus berbagai urusan terkait kementerian tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Basuki Hadimuljono pamit setelah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pada perpisahannya tersebut, Basuki Hadimuljono mengharapkan masyarakat dapat datang langsung ke Kementerian PUPR untuk mengurus berbagai urusan terkait kementerian tersebut.
"Saya ingin sebagai rakyat biasa nanti, kalau mengurus tentang PUPR saya juga masih bisa ke Kementerian PUPR," kata Basuki.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, termasuk para jurnalis yang hadir. Ia mengakui bahwa beberapa hari terakhir merupakan waktu yang sangat sulit baginya.
"Saya memang ini hari, 2-3 hari ini memang saya, ini hari-hari yang sangat sulit buat saya untuk melaluinya. Tapi memang saya tahu bahwa ini harus saya hadapi. Karena ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada mulai, ada akhirnya. Ini yang paling saat inilah, mungkin ini sore-sore terakhir kita ketemu di halaman Kementerian PUPR ini. Tapi saya tidak ingin juga ini merupakan hari yang terakhir," katanya.
Basuki menegaskan bahwa tugas Kementerian PUPR adalah membelanjakan anggaran negara.
"Tugas kementerian PUPR itu hanya satu, membelanjakan uang negara. Kalau Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumpulkan uang negara, kami bagian dari yang membelanjakan uang negara untuk pembangunan infrastruktur."
Sebagai Menteri PUPR, ia menekankan pentingnya pertanggungjawaban dalam penggunaan anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur.
"Kalau tagline dari PUPR itu adalah sigap membangun negeri. Tapi kalau ibu Menteri Keuangan, membangun dengan uang kita. Jadi kami mengklik dengan ibu Menteri Keuangan sehingga progres capaian kementerian PUPR dipakai oleh Ibu Menteri Keuangan dan melaporkan pembelanjaan uang kita," pungkasnya.
Editor : Firda Rachmawati

