Pasar dan Terminal Citeureup Dikeluhkan Masyarakat, Ini Tanggapan DPRD Kabupaten Bogor

DPRD Kabupaten Bogor memanggil PD Pasar Tohaga, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perhubungan.

Pasar dan Terminal Citeureup Dikeluhkan Masyarakat, Ini Tanggapan DPRD Kabupaten Bogor

INILAHKORAN, Citeureup - DPRD Kabupaten Bogor memanggil PD Pasar Tohaga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perhubungan (Dishub).

Hal itu karena adanya aduan dari masyarakat Desa dan Kecamatan Citeureup. Mereka mengeluh terdampak negatif dengan keberadaan Pasar Citeureup terutama yang diakibatkan adanya sampah liar dan tidak layaknya drainase. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kemacetan lalu lintas di Terminal Citeureup.

"Pemanggilan PD Pasar Tohaga, DLH, Dinas PUPR, dan Dishub itu karena kami ingin mereka membenahi situasi dan kondisi di Pasar dan Terminal Citeureup," kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Jumat 29 Oktober 2021.

Baca Juga: Inovasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor Terbitkan Buku Emanberani

Rudy Susmanto menambahkan, selain BUMD dan SKPD tersebut jajarannya juga memanggil Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

"Rapat audiensi ini berkaitan dengan rencana anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) tahun 2022 mendatang," tambah Rudy Susmanto.

Sementara itu, Sekjen DPC Foreder Kabupaten Bogor Asep Sumantri menuturkan akibat banyaknya sampah liar di sekitar Pasar Citeureup itu menyumbat saluran drainase warga tersumbat hingga menyebabkan bencana banjir.

"Warga Desa Citeureup, khususnya di RW 01 selama bertahun-tahun menjadi daerah langganan bencana banjir karena banyaknya sampah dan drainase yang buruk menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, kepada BUMD dan SKPD terkait kami minta ada pembenahan," tutur Asep.

Baca Juga: Sebut Gage di Puncak Nggak Ngefek, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Tawarkan Solusi Ini

Sedangkan, Ketua RW 01 Desa Citeureup Wahyu Sutisna menjelaskan akibat menjadi daerah langganan bencana banjir itu banyak warga yang sakit karena terserang virus atau infeksi.

"Dampak dari bencana banjir, warga ada yang sakit diare, infeksi kulit atau lainnya. Kami kecewa, karena bertahun-tahun tak ada itikad baik dari BUMD atau SKPD terkait. Kami memohan ke wakil rakyat, untuk memperjuangkan aspirasi kami hingga warga tidak lagi mengalami penderitaan," jelas Wahyu.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan berharap akan ada solusi dari keluhan masyarakat Desa Citeureup dan tersedianya anggaran untuk membenahi Pasar Citeureup dan Terminal Citeureup.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Soroti Kemunculan Anggaran Proyek Cibinong Senilai Ratusan Miliar Rupiah

"Keluhan masyarakat Desa Citeureup ini akan kami tampung dan dengan SKPD terkait, selanjutnya dibuat program kerja yang dianggap bisa menjadi solusi dari permasalahan diatas," harap Haris.***(reza zurifwan)


Editor : inilahkoran