Pascabanjir Bandang Cijambe, Siswa dan Guru Butuh Penguatan Mental

Paska kejadian banjir bandang di SDN 106 Ajitunggal Cijambe, Kota Bandung pada Senin (1/4/2019) lalu, banyak siswa yang trauma dan merasa belum bisa melupakan kejadian yang meluluhlantahkan bangunan s

Pascabanjir Bandang Cijambe, Siswa dan Guru Butuh Penguatan Mental
INILAH, Bandung - Paska kejadian banjir bandang di SDN 106 Ajitunggal Cijambe, Kota Bandung pada Senin (1/4/2019) lalu, banyak siswa yang trauma dan merasa belum bisa melupakan kejadian yang meluluhlantahkan bangunan sekolah tersebut.
 
Guru Kelas 5 SDN 106 Ajitunggal, Nandang mengatakan para siswa dan guru perlu mendapat trauma healing paska kejadian banjir bandang yang terjadi pada minggu kemarin.
 
"Ada suatu trauma, namanya juga anak-anak, termasuk para guru, saat kejadian waktu itu begitu dahsyatnya, saya masih ingat sampai sekarang," ucapnya di SDN 106 Ajitunggal, Senin (8/4/2019).
 
Menurut Nandang, kelas yang paling parah saat kejadian adalah yang berdekatan dengan ruang perpustakaan, karena kesulitan saat evakuasi.
 
"Yang parah itu yang ruangan dekat perpustakaan, karena mereka terjebak tidak bisa kemana-mana," katanya.
 
Dia berharap ada pihak yang bisa datang ke sekolah untuk memberikan penguatan kembali dalam hal mental kepada siswa dan guru.
 
"Karena kan pas kejadian ini tragis sekali, saya was-wasnya seandainya ada siswa yang terbawa arus air tersebut, beruntung bisa selamat semua," ucapnya.
 
Sementara itu, orang tua siswa, Ida Ayu mengatakan merasa senang anaknya bisa melakukan KBM kembali, karena bisa mengisi kegiatannya setelah kejadian pada senin kemarin.
 
"Anak-anak juga pasti masih dalam kondisi trauma, dengan kembali belajar jadi bisa mengisi kegiatan mereka," katanya.
 
Ida menceritakan saat kejadian tersebut, dia pertama mengetahuinya dari grup whatsapp berupa video, lalu langsung menuju ke sekolah pada waktu tersebut.
 
"Anak saya posisi kelasnya di depan, pas liat video, langsung saya nerobos banjir, ternyata sudah dievakuasi," katanya.
 
Saat bertemu anaknya, Ida melihat anaknya sangat lelah, hal itu bisa terlihat dari matanya saat kejadian
"Pas malem itu, keliatan banget lelah, besoknya juga masih trauma, dia bilang, bu masih kebayang air terus," ucapnya.
 
Dia berharap jika ada pihak yang bisa membantu memulihkan para siswa dari trauma pasca banjir bandang tersebut, akan sangat membantu untuk keefektifan mereka belajar.
 
"Saya berharap mereka bisa belajar dengan santai lagi, tanpa ada rasa ketakutan, apalagi kondisi sekolah juga belum efektif jadi tempat untuk belajar," tuturnya.


Editor : inilahkoran