PBJ Siap Lelang 10 Program Strategis Pembangunan Kota Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tahun ini menggarap 10 program strategis pembangunan dengan anggaran cukup besar, program strategis pembangunan itu tersebar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pendidikan (Disdik) dan RSUD Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tahun ini menggarap 10 program strategis pembangunan dengan anggaran cukup besar, program strategis pembangunan itu tersebar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pendidikan (Disdik) dan RSUD Kota Bogor.
"Jadi tahun ini ada 10 pekerjaan strategis Kota Bogor. Diantaranya di DPUPR, Disparbud, Disdik, dan RSUD," ungkap Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bogor Cecep Zakaria melalui Kasubag Pengelolaan Bidang Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bogor, Undang Sulaiman pada Minggu 5 Maret 2023.
Undang mengatakan, untuk DPUPR Kota Bogor tercatat ada tujuh paket, beberapa diantaranya adalah pembangunan jembatan Otista senilai Rp52 miliar dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Pembangunan jembatan Otista saat ini sudah masuk tahap lelang fisik. Manajemen Konstruksi (MK) sudah beres atau rampung dan sudah melakukan review Detail Engineering Design (DED) juga Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan sudah diajukan tendernya. Tayang paling lambat minggu depan," tutur Undang.
Undang melanjutkan, pada DPUPR juga ada pembangunan lanjutan Jalan Regional Ring Road (R3) senilai Rp9,6 miliar. Kemudian pembangunan lanjutan Masjid Agung atau finishingnya senilai Rp36,4 miliar.
"Pada lanjutan Masjid Agung, saat ini sedang proses lelang konsultan pengawas dan evaluasi, mungkin sekitar 1 bulan lagi dapat penyedia pengawasnya," terangnya.
Undang memaparkan, tahun ini juga dilaksanakan pembangunan lanjutan trotoar R3 senilai Rp6 miliar. Kemudian, pembangunan lanjutan trotoar Alun Alun Kota Bogor senilai Rp6 miliar.
"Lalu trotoar Dewi Sartika dan trotoar Ahmad Yani masing-masing nilainya Rp10 miliar. Jadi semua cukup besar nilainya," papar mantan pejabat Disperindag Kota Bogor ini.
Undang menjelaskan, pada Disparbud Kota Bogor ada revitalisasi Museum Pajajaran dengan nilai Rp16 miliar. Ia memperkirakan tender proyek ini bisa diproses April 2023 mendatang.
"Ini (Museum Pajajaran) enam bulan pekerjaan, kemungkinan minggu depan juga akan masuk untuk pengawas dulu, sebulan kemudian fisiknya," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pada Disdik ada pembangunan lanjutan unit sekolah baru atau satu atap senilai Rp7,1 miliar. BPBJ dalam hal ini juga belum menerima pengajuan untuk dilelangkan dari Disdik.
Sementara RSUD Kota Bogor akan melanjutkan pembangunan blok I dengan pembiayaan senilai Rp39,8 miliar dari dana alokasi khusus (DAK).
"RSUD, pengembangan rumah sakit blok I. Saat ini sudah proses ada pemenang konsultan MK," jelas Undang.
Undang menyimpulkan dari 10 program strategis pembangunan tersebut secara keseluruhan sampai saat ini belum tahap pelelangan fisik.
"Saat ini ada yang sudah beres konsultan pengawasnya, terus ada juga yang belum, kalau fisik belum semua, baru (jembatan) Otista yang baru mengajukan ke kami untuk tender," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

