Pedagang Pasar Baru Siap Sambut Wisatawan, Pemkot Diminta Bereskan Infrastruktur
Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Kota Bandung, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera membenahi infrastruktur dan fasilitas publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Himpunan Pedagang pasar Baru (HP2B) Kota Bandung, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera membenahi infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan Pasar Baru menjelang rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.
Ketua HP2B Kota Bandung, Iwan Suhermawan mengatakan, dibukanya kembali Bandara Husein harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kualitas pelayanan dan wajah kawasan perdagangan di pusat Kota Bandung.
"Kalau Bandara Husein sudah dibuka, tentunya kita harus siap-siap juga. Jangan sampai bandara sudah dibuka, tamu domestik dan luar negeri datang ke Pasar Baru, tetapi Pasar Baru belum siap baik dari manajemennya, pengelola maupun pedagangnya," kata Iwan Suhermawan, Selasa (30/6/2026).
Dikemukakan dia, dari sisi internal HP2B akan mendorong pengelola Pasar Baru meningkatkan kualitas pengelolaan pasar. Kebersihan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan pengunjung dinilai menjadi aspek yang harus dibenahi agar mampu memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik.
"Saya akan meminta, dan mendesak pengelola agar meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan untuk kenyamanan pengunjung dan pedagang. Dari mulai kebersihan, ketertiban, kenyamanan itu jadi utama," ucapnya.
Selain pembenahan di dalam kawasan pasar, Iwan juga meminta Pemkot Bandung memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di sekitar Pasar Baru. Sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut, sudah mengalami kerusakan dan perlu segera diperbaiki agar memberikan kesan positif bagi wisatawan.
"Lalu yang kedua, juga saya meminta ke Pemkot Bandung agar memperbaiki fasilitas-fasilitas jalan di seputaran Pasar Baru. Karena sudah banyak yang rusak," ujar dia.
Dia juga meminta pemerintah mengoptimalkan fungsi penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Pasar Baru. Penerangan yang baik, tidak hanya mendukung kenyamanan pengunjung. Namun juga meningkatkan rasa aman saat beraktivitas, terutama pada malam hari.
"PJU juga tolong dioptimalkan. Supaya diperiksa, agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan harapan," harapnya.
Tak hanya soal infrastruktur, Iwan menilai penataan kawasan juga harus menjadi perhatian pemerintah. Aparat diminta melakukan penertiban terhadap parkir liar, aksi premanisme hingga pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan tidak sesuai aturan.
"Penertiban parkir liar, premanisme dan lain sebagainya termasuk PKL yang tidak tertib. Meskipun saya Ketua Asosiasi PKL, sikat saja kalau tidak tertib. Jangan bikin malu, terutama untuk para pengunjung dari luar negeri," tutur dia.
Menurutnya, citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata belanja sangat bergantung pada kualitas pelayanan dan kondisi kawasan. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama memberikan kesan positif kepada wisatawan.
"Jangan sampai kesannya hanya satu orang yang salah memberikan pelayanan, disangkanya orang Indonesia semuanya tidak baik. Itu yang harus kita jaga bersama," ucapnya.
Di sisi lain, Iwan mengaku masih menunggu kepastian jadwal reaktivasi Bandara Husein. Pihaknya sempat mendapat informasi dari Angkasa Pura apabila peresmian dipercepat dari September menjadi Agustus. Namun, belakangan dia juga mendengar pernyataan Menteri Perhubungan yang menyebut peresmian direncanakan berlangsung pada 17 September.
Meski demikian, dia menilai kepastian tanggal bukan menjadi persoalan utama. Yang jauh lebih penting, adalah adanya komitmen pemerintah pusat mengembalikan operasional Bandara Husein sehingga mampu mendongkrak kembali kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi di Kota Bandung.
"Yang paling penting sebenarnya bukan tanggal atau bulannya. Yang paling penting adalah sudah ada itikad baik dari pemerintah pusat, sehingga kunjungan ke Kota Bandung bisa kembali meningkat setelah Bandara Husein diaktifkan kembali," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

