Pelajaran dari Kisah Nabi: Ketika Sahabat Mengadu karena Harga Sembako Melambung Tinggi
Rasulullah telah memberi pelajaran berharga kepada seorang sahabat yang mengadu karena tingginya harga sembako.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kenaikan harga sembako jadi hal yang sering kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di momen-momen tertentu seperti awal dan akhir bulan Ramadhan. Tengok bagaimana luar biasanya Rasulullah merespons permasalahan ini.
Dikutip konsultasisyariah.com, fenomena kenaikan harga barang bahkan pernah terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,
Baca Juga: Air Mani Perempuan, Bagaimana Ciri-cirinya dalam Islam?
“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”
Mendengar aduan ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani).
Baca Juga: Bukan Kemiskinan yang Ditakutkan Rasulullah dari Kita, Ternyata...
Begitu dahsyatnya pelajaran tauhid yang ditanamkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabatnya. Beliau menanamkannya melalui berbagai cara di berbagai momentum, salah satunya ketika harga pangan naik.
Rasulullah mengingatkan kita, bahwa apapun yang terjadi pasti atas kehendak Allah Ta'ala. Apalagi soal rezeki. Allah Ta'ala telah menjaminnya. Rezeki kita takkan berkurang hanya karena arga bahan pokok merangkak naik.
“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27).
Baca Juga: Roti, Daging dan Kurma yang Membuat Rasulullah Meneteskan Air Mata
Ibnu Katsir mengatakan,
“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” (Tafsir Alquran al-Adzim, 7/206)
Terkait dengan hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai mereka merasa rezekinya terlambat atau jatah rezekinya serat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Baca Juga: Inilah Doa Andalan Rasulullah Setiap Memasuki Waktu Sore Hari
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dantinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi).***
Editor : inilahkoran


